Selasa, 19 Mei 2026

Profil Bupati Halmahera Utara Frans Manery yang Kejar Pendemo Pakai Parang, Terkuak Pemicunya

Peristiwa ini terjadi saat kelompok yang mengatasnamakan gerakan mahasiswa kristen (GMK) melakukan aksi demontrasi...

Tayang:
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: M Zulkodri
Kolase Bangkapos.com / Tribun
Profil Bupati Halmahera Utara Frans Manery yang Kejar Pendemo Pakai Parang, Terkuak Pemicunya 

- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (2014—2015)

- Bupati Halmahera Utara (2016—2021)

- Bupati Halmahera Utara (2021—)

Riwayat Organisasi

- Pembantu Komisaris Golkar (1987—1992)

- Anggota Dewan Pertimbangan DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Utara (1994—1999)

- Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Halmahera Utara (2014—2019)

Sebelumnya Pernah Viral

Sosok Frans Manery sebelumnya pernah viral.

Pada Februari 2023 lalu, Frans Manery pernah diduga mengancam bunuh pengunjuk rasa.

Gara-gara ucapannya itu, hingga Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Maluku Utara, Nimron Lasa May kala itu akan melaporkan Bupati Halmahera Utara Frans Manery ke Polda.

Mereka melaporkan Frans Manery ke Polda Maluku Utara terkait ucapannya yang dianggap kasar dan mengancam saat demonstrasi terkait dugaan korupsi di Halamhera Utara, Rabu (22/2/2023).

"Frans kan seorang pejabat publik, aksi GMNI hanya menyampaikan dugaan korupsi malah tanggapi kami se kasar itu."

"Ini menurut kami sudah unsur pidana,”tegas Nimrod Lasa kepada Tribunternate.com, Kamis (23/2/2023) lalu.

“Secara kelembagaan kami merasa tersinggung. Besok rencana kami masukan laporan ini ke Polda,”ujarnya kala itu.

Saat itu, unjuk rasa dugaan korupsi oleh GMNI Cabang Halmahera Utara, ditanggapi sadis dari sang Bupati Frans Manery.

Saat menemui pengunjukrasa Frans Manery marah besar.

Ia bahkan mengucapkan kata-kata kasar.

Ucapan kasar Frans Manery itu pun tersebar dan viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun Facebook atas nama @Tony Pulo, memperlihatkan, Bupati Frans Manery, marah-marah pada pengunjuk rasa.

Ia bahkan menyuruh seluruh pegawainya yang ada disitu mengambil kayu untuk memukul pendemo.

“Pegawai samua ayo ambil kayu panggal la Tunggu komando,”ajak Frans dalam video tersebut, Rabu (22/2/2023).

Sadisnya lagi, Frans Manery menyampaikan, lebih baik bunuh dorang (Mereka)  dari pada membuat bibit yang tidak baik.

“Lebe bae tong bunuh pa dorang daripada bikin bibit yang tara bae,”ucapnya ketika itu.

(Bangkapos.com/TribunSumsel.com/Tribun-Medan.com)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved