Berita Viral

Sosok Hacker yang Bikin Eror Server PDN RI Hingga Data Tak Bisa Dipulihkan, Minta Tebusan Rp131 M

Serangan hacker terhadap server Pusat Data Nasional atau PDN RI dilakukan dengan menggunakan ransomware Lockbit 3.0.

(shutterstock)
Sosok Hacker yang Bikin Eror Server PDN RI Hingga Data Tak Bisa Dipulihkan, Minta Tebusan Rp131 M 

BANGKAPOS.COM-- Siapa sosok hacker yang bikin eror Server Pusat Data Nasional atau PDN RI hingga disebut-sebut datanya tak bisa dipulihkan lagi.

Beberapa hari lalu heboh pemberitaan PDN RI down ulah serangan siber yang dilakukan hacker.

Serangan tersebut dilakukan dengan menggunakan ransomware Lockbit 3.0.

Kabar itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi.

"Mereka meminta 8 juta dolar AS," kata Budi Arie, dikutip dari Tribun Toraja, Senin (24/6/2024).

Budi Arie menjelaskan bahwa serangan tersebut dilakukan dengan menggunakan ransomware Lockbit 3.0.

Mengutip dari Kompas.com, Lockbit adalah ransomware paling aktif di dunia selama tiga tahun terakhir.

Menurut data firma keamanan siber Trend Micro, selama kuartal pertama 2024, sindikat yang terafiliasi dengan Lockbit menjadi pelaku serangan ransomware paling berhasil, dengan jumlah serangan sukses pada 217 korban.

Ini jauh lebih tinggi ketimbang dua sindikat di posisi kedua, 8Base dengan 78 korban, dan BlackBasta dengan 69 korban.

Total, selama triwulan pertama 2024 ini, ada 1.023 korban ransomware akibat serangan dari 48 sindikat.

Hingga kini belum dapat diketahui siapa hacker atau peretas yang telah bikin eror server PDN RI tersebut.

Pada 2022, LockBit menjadi ransomware paling sukses.

Tren Micro mencatat bahwa Lockbit sukses menyerang 147 korban, dua kali lebih banyak ketimbang geng kriminal siber yang berada di posisi kedua dan ketiga teraktif, BlackCat dengan 77 korban dan Royal dengan 71 korban.

Untuk memberikan informasi lebih rinci mengenai insiden ini, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dijadwalkan mengadakan konferensi pers di Kementerian Kominfo pada siang hari ini.

Serangan siber terhadap PDN pertama kali terdeteksi pada Kamis (20/6), yang menyebabkan gangguan pada beberapa layanan publik, termasuk layanan keimigrasian.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved