Resonansi
Petahana
Kekalahan petahana ini mengingatkan saya tentang calon anggota legislatif yang gagal memenangi laga sebelum Pemilu 2024.
Penulis: Ade Mayasanto | Editor: fitriadi
Namun demikian, setidaknya ada dua faktor yang berpotensi melahirkan resistensi dari potensi sosok Jokowi ini dalam memengaruhi pemilih. Pertama, pada kelompok pemilih partai politik ataupun pemilih capres-cawapres pada Pemilu 2024, masing-masing menyimpan potensi pemilih yang tidak akan menjadikan arah dukungan Jokowi sebagai pertimbangan memilih di pilkada. Dan kedua, pelaksanaan pilkada pada November 2024 itu sudah memasuki era pemerintahan baru yang dipimpin oleh presiden-wakil presiden terpilih Prabowo-Gibran.
Hitung-hitungan politik di atas kertas, sekali lagi bisa saja berkurang atau sebaliknya. Terpenting juga yang mesti diingat adalah sejauhmana ujian pamor, pengaruh dan logistik dari Jokowi dan kandidat di Pilkada 2024. Dan yang terakhir, yang tidak boleh terlupa adalah doa dan suratan takdir. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240525_Ade-Mayasanto.jpg)