Selasa, 16 Juni 2026

Tribunners

Menanam Bibit Pohon dan Ekospiritual

Perlukah manusia menanam bibit pohon, menyapa, menjaga dan melestarikan alam sebagai tempat tinggal mereka?

Tayang: | Diperbarui:
Istimewa
Irawan, Rektor IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung 

Solusi seperti ini membangun harapan dan inspirasi terhadap etika berbagai agama. Jika seseorang ingin mengetahui krisis lingkungan secara global, maka yang diperlukan adalah sistem kepercayaan yang lebih tinggi untuk mencari inspirasi perubahan, dan merubah cara pandang masyarakat dalam memperlakukan alam. Ekoteologi mendorong semua agama mengeksplorasikan interkoneksitas spiritualitas dan ekologi.

Dalam bukunya Religion and the Order of Nature (1996), Seyyed Hossein Nasr menjelaskan bahwa memburuknya krisis lingkungan tidak bisa diatasi tanpa adanya keimanan semua orang dan penanaman nilai-nilai spiritual dalam diri manusia di tengah kesucian alam. Tanpa menemukan kembali pengetahuan suci yang terdapat di dalam alam, maka akan terjadi chaos antara alam dan manusia, yang pada akhirnya akan merusak semua kehidupan manusia di bumi.

Nasr mengajak semua umat beragama untuk kembali memahami lingkungan berdasarkan ajaran tradisi semua agama dalam konteks universal yang melampaui budaya dan masyarakat. Sains dan teknologi modern telah menghilangkan nilai-nilai tradisional. Oleh karena itu, revitalisasi teologi dan filsafat alam penting dilakukan dengan tujuan membatasi penerapan sains dan teknologi tersebut.

Dulu, menurut Nasr, manusia harus diselamatkan dari alam. Saat ini alam harus diselamatkan dari manusia. Tidak mungkin ada kedamaian di antara manusia jika tidak ada kedamaian dan keharmonisan dengan alam. Untuk meraih kedamaian dan keharmonisan dengan alam, seseorang harus dalam keadaan harmonis.

Berbeda dengan Nasr, Sallie McFague tidak sependapat jika krisis lingkungan diatasi dengan kembali kepada tradisi atau kosmologi abad peretengahan. McFague percaya bahwa sains posmodern menyediakan cara penyelesaian persoalan lingkungan yang lebih terstruktur, terbuka, rasional, dan saling ketergantungan dalam sistem organisme dan masyarakat.

Hubungan manusia dan alam tidak hanya dilihat dari perspektif fisik, tetapi juga metafisika. Gagasan mengenai bagaimana hubungan alam dengan manusia dalam perspektif metafisik ini lebih dikenal dengan ‘deep ecology’, seperti yang dilakukan Feuerbach. Deep ecology merujuk kepada upaya-upaya untuk menegaskan kembali dan memberikan rasa sensitif masyarakat terhadap kebutuhan lingkungan.

Konsep ini juga berkaitan dengan Naturalisme yang berperan mengevaluasi kembali status alam baik melalui nilai-nilai otonomnya maupun alam sebagai milik Tuhan. Robert Park, seorang teoritis pertama yang menerapkan ekologi tumbuhan kepada ekologi manusia, mendeskripsikan hubungan ini sebagai suatu ‘organisme super‛ dengan ‘kesatuan organik‛). Teori ekologi ini bertumpu pada premis adanya hubungan antara manusia dan tempat tinggal seseorang.

Begitu juga al-Qur’an dan hadis mengandung ungkapan dan persepsi tentang ciptaan Tuhan dan tanggung jawab manusia untuk merawatnya. Kedua sumber ajaran Islam ini menjadi referensi ketika menjelaskan lingkungan. Di antara tanggung jawab manusia terhadap ciptaan-Nya adalah etika terhadap lingkungan. Doktrin Islam mengajarkan manusia untuk beretika kepada alam, yang tertuang di dalam konsep tauhid, khilafah, akhirah amanah, adl, dan mizan.

Program menanam bibit pohon yang telah diinisiasi oleh Pj. Gubernur Bangka Belitung Safrizal ZA sejalan dengan apa yang disarankan, digagas, dan dikonsepkan oleh pemerhati lingkungan di atas, yaitu menanam bibit pohon adalah ibadah dan berperilaku santun dengan alam. (*/E1)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
Live
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved