Kamis, 30 April 2026

Apakah Cacar Monyet Bisa Menular? Kenali Asal Usul, Gejala dan Cara Penyebaran Virusnya Berikut Ini

Cacar monyet ternyata dapat menyebar melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, cek cara penularannya berikut ini

Tayang:
Straitstime.com
Apakah Cacar Monyet Bisa Menular, Kenali Asal Usul, Gejala dan Cara Penyebaran Virusnya Berikut Ini 

Kasus temuan cacar monyet itu berada di Denmark, ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga dinamakan 'monkeypox'.

Sedangkan untuk kasus pertama cacar monyet pada manusia (anak-anak) terjadi pada 1970.

Cacar monyet merupakan penyakit zoonosis, yaitu menular dari hewan kepada manusia.

Infeksi cacar monyet telah ditemukan pada banyak spesies hewan, di antaranya monyet, tikus Gambia, tupai, dan inang utama dari virus ini adalah rodent atau tikus.

Gejala cacar monyet

Kondisi bocah Afrika yang badannya terserang virus cacar monyet atau monkeypox.
Juru bicara Kemenkes dr. Mohammad Syahril memaparkan gejala cacar monyet yang tampak dari hari ke hari.

Syahril menjelaskan masa inkubasi cacar monyet terjadi kurang lebih selama 5-13 hari atau 5-21 hari.

Gejala cacar monyet dari hari ke hari sendiri terbagi menjadi dua periode, yakni periode masa invasi selama 0-5 hari dan masa erupsi 1-3 hari.

1. Masa invasi (0-5 hari)

Masa invasi cacar monyet atau monkeypox berlangsung selama kurang lebih 0-5 hari.

Selama masa invasi, penderita akan merasakan gejala berupa demam tinggi, sefalgia atau sakit kepala berat, dan limfadenopati atau pembesaran kelenjar getah bening/limfe.

Bukan hanya itu, penderita juga umumnya merasakan gejala myalgia atau nyeri otot, serta astenia atau badan lemas.

"Ini yang khasnya, yaitu demam tinggi, kemudian sakit kepala yang berat, dan ada benjolan pembesaran kelenjar limfe di leher, ketiak, atau selangkangan, dan ada sakit-sakit otot termasuk pegal-pegal," terang Syahril.

2. Masa erupsi (1-3 hari)

Masa erupsi terjadi setelah demam selama 1-3 hari dan ditandai dengan munculnya ruam-ruam pada kulit.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved