Sabtu, 2 Mei 2026

Kapal Muatan Batu Bara Terbakar

Api di Tongkang Muatan Batu Bara yang Terbakar Berangsur Padam, Penyebab Kebakaran Belum Diketahui

Dari jarak 1-2 mil dari bibir pantai, kapal ini terlihat, dengan kepulan asap tebal keluar dari muatan batu bara di atas tongkang.....

Tayang:
Api di Tongkang Muatan Batu Bara yang Terbakar Berangsur Padam, Penyebab Kebakaran Belum Diketahui - 20240903-Panas-terik-angin-kencang-serta-ombak-pasang-menemani-proses-pemadaman.jpg
Bangkapos.com/Riki Pratama
Panas terik, angin kencang, serta ombak pasang menemani proses pemadaman api di muatan batu bara yang dibawa kapal tugboat (TB) Marine Perkasa 8, pada Selasa (3/9/2024) siang, di Perairan Tanjung Kalian Mentok, Kabupaten Bangka Barat.
Api di Tongkang Muatan Batu Bara yang Terbakar Berangsur Padam, Penyebab Kebakaran Belum Diketahui - 20240903-Kebakaran-muatan-cargo-batu-bara-di-Tugboat-TB-Marine-Perkasa-8-2.jpg
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kebakaran muatan cargo batu bara di Tugboat TB Marine Perkasa 8 yang menarik tongkang BG Ocean Perkasa 8 dipadamkan tim gabungan dari Polairud dan TNI AL di perairan Tanjung Kalian Mentok, Bangka Barat, pada Selasa (3/9/2024).
Api di Tongkang Muatan Batu Bara yang Terbakar Berangsur Padam, Penyebab Kebakaran Belum Diketahui - 20240903-Kebakaran-muatan-cargo-batu-bara-di-Tugboat-TB-Marine-Perkasa-8-1.jpg
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kebakaran muatan cargo batu bara di Tugboat TB Marine Perkasa 8 yang menarik tongkang BG Ocean Perkasa 8 dipadamkan tim gabungan dari Polairud dan TNI AL di perairan Tanjung Kalian Mentok, Bangka Barat, pada Selasa (3/9/2024).

Sembari dibantu kapal bantuan lain yang menyiramkan air ke tengah muatan.

Erwin Eka Hadi Saputra, menceritakan awal mula kebakaran terjadi.

"Berawal kami dari Palembang menuju ke Pelabuhan Suralaya Cilegon, pas perjalan pada 31 Agustus 2024, sekitar pukul 11.30 WIB, kita mengalami kebakaran, dengan tanda-tanda asap di sebeleh kiri tongkang bagian tengah," kata Erwin kepada Bangkapos.com, Selasa (3/9/2024) di atas kapal TB Marine

Dengan kondisi itu, dikatakan Erwin mereka memutuskan untuk devisiasi di perairan Tanjung Selokan, Selat Bangka.

"Terus kita memutuskan devisiasi menuju Tanjung Selokan, untuk tindak lanjut agar bisa di kirim pemadam, dari pihak pemilik barang," kata Erwin.

Erwin menjelaskan, kebakaran muatan batu bara terjadi setelah kapal menempuh perjalanan sekitar 8 jam dari Sungai Lilin, Musi Banyuasin Sumsel.

"Jadi kejadian kebakaran itu kita ketahui pukul 11.30 WIB siang, ketahuan di perairan Tanjung Selokan, perjalanan dari OB Muara sampai Tanjung Selokan 30 mil sekitaran 8 jam," ungkapnya.

Sementara untuk muatan batu bara, dikatakan Erwin, berjumlah 7.500 metrik ton, untuk bahan bakar PLTU di Suralaya, Cilegon. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved