Selasa, 21 April 2026

Ramadhan 1446 H

Ingat, Pahala Puasa Ramadhan Akan Hilang karena Hal Sepele Ini

Kalau berpuasa hendaknya kita hindari dari kalimat-kalimat kotor atau jorok, membangkitkan syahwat, menjadikan sebab pertikaian.

Penulis: Widodo | Editor: Evan Saputra
Kolase Bangkapos.com/Tribunnews.com
Ingat, Pahala Puasa Ramadhan Akan Hilang karena Hal Sepele Ini. 

Sekalipun didzolimi, Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk tidak membalas cacian mereka, dan mengatakan "inni shoimun sebanyak 2 kali dan diucapkan dengan kekhusyukan.

"Inni shoimun yang pertama kali kita ucapkan adalah untuk mengingatkan diri kita, bahwa kita sedang puasa," bebernya.

Sehingga tidak boleh membalas cacian tersebut, yang kedua diucapkan untuk mengingatkan orang yang mencaci, agar berhenti untuk berkata kotor.

Maknanya adalah agar tidak mudah terpancing emosi yang terjadi akibat kesalahan orang lain.

"Jika kita terpancing sudah pasti hinaan dan cacian yang keluar dari mulut kita akan menghapus pahala puasa kita," kata Buya Yahya.

"Maka dari itu hendaknya dalam berpuasa kita bisa menghindarkan diri dari hal-hal yang membuat Allah SWT murka," sebutnya.

Selama berpuasa, hendaknya lisan harus dijaga, melatih emosi kita sehingga ketika keluar dari bulan Ramadhan.

"Kita tidak mudah terpengaruh oleh berita apapun yang sampai ke telinga kita, diantaranya adalah berkata bohong dan menjerumuskan atau melakukan sesuatu tindak kebohongan, imbuh Buya.

"Mari di bulan Ramadhan ini kita jaga lisan kita, agar tidak berkata bohong, tidak mengucapkan kalimat yang menjadikan seseorang bermusuhan, dan yang menyakiti orang," paparnya.

Tetapi di zaman sekarang ini ulama mengatakan bahwa lisan ada dua, yaitu lisan yang diucapkan dan lisan dari pena atau tulisan.

"Ketikan yang kita tulis dalam kolom komentar YouTube, Instagram atau Facebook juga termasuk lisan pena," kata Buya.

Maka dari itu, Buya Yahya mengimbau agar lisan dijaga sebisa mungkin.

"Ingat kalau kita sedang puasa, dan kita sedang berada di bulan mulia bulan Ramadhan," jelasnya.

"Semoga Allah SWT mudahkan kita dalam meninggalkan segala hal yang menjadikan sebab pahala ibadah kita terhapus dan menjadikan murka Allah SWT," bebernya.

Maka sebaiknya agar senantiasa terus menjaga lisan agar puasa tidak menjadi sia-sia karena hanya menahan lapar dan dahaga, namun tidak mendapatkan pahala.

(Bangkapos.com/Widodo)

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved