Tribunners
Anak-anak Merana, Orang Tua Harus Tanggap
Kekerasan pada anak adalah luka yang menyentuh hingga ke jiwa mereka, meninggalkan bekas yang tak mudah hilang
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi anak-anak pada masa kini adalah pengaruh teknologi. Teknologi, meskipun membawa banyak manfaat, juga dapat menimbulkan dampak negatif jika tidak digunakan dengan bijak. Anak-anak yang terlalu lama terpapar dengan teknologi, seperti media sosial, video game kekerasan, dan konten negatif lainnya, bisa terpengaruh secara psikologis.
Sebagaimana diungkapkan oleh Prof. Dr. Sri Wahyuni dalam bukunya Teknologi dan Dampaknya terhadap Perkembangan Anak (2022), pengaruh teknologi yang berlebihan dapat merusak kemampuan anak dalam berinteraksi sosial secara langsung, mengurangi waktu yang seharusnya dihabiskan untuk belajar, bermain, dan bersosialisasi di dunia nyata. Selain itu, paparan konten-konten negatif juga bisa memengaruhi pola pikir dan perilaku anak-anak, seperti kecenderungan kekerasan, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba.
Orang tua harus mengambil peran aktif dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak-anak mereka. Memberikan batasan waktu penggunaan gadget, memilihkan konten yang sesuai dengan usia, dan mengajarkan anak untuk bijak dalam menggunakan teknologi merupakan langkah-langkah penting untuk menghindari dampak buruk dari teknologi.
Pengawasan orang tua yang bijaksana adalah kunci
Sebagai penutup, kita harus menyadari bahwa kekerasan pada anak tidak hanya merusak fisik mereka, tetapi juga menghancurkan mentalitas dan karakter yang dibangun sejak dini. Oleh karena itu, hemat saya orang tua harus menjalankan peran mereka dengan bijaksana, sebagai pengawas, pendidik, dan teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Pengawasan yang penuh kasih sayang, pembimbingan yang tepat, serta pengajaran tentang nilai-nilai kehidupan yang baik akan membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang tangguh, penuh kasih, dan siap menghadapi dunia dengan segala tantangannya.
Di tahun baru 2025, mari kita semua, sebagai orang tua dan masyarakat, berkomitmen untuk lebih peduli terhadap pendidikan dan perkembangan anak-anak kita. Jangan biarkan teknologi atau kekerasan merusak masa depan mereka. Dengan pengawasan yang bijaksana, kita dapat memastikan bahwa anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan mampu menghadapi dunia yang makin kompleks. (*)
| Kartini dalam Konteks Kekinian: Dari Seremonial Menuju Trasformasi Intelektual |
|
|---|
| Kartini Masa Kini Antara Simbol Seremonial dan Gerakan Substantif |
|
|---|
| Pelecehan Seksual di Ruang Privat dan Batas Jangkauan Hukum |
|
|---|
| Panic Buying: Bentuk Waspada atau Ancaman Malaadministrasi? |
|
|---|
| Bangga Kencana dan Ekoteologi Menuju Wajah Baru Bangka Belitung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250106_Lexi-Anggal.jpg)