Imlek 2025
Kalender 2025, Kapan Imlek Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional?
Penetapan Imlek sebagai hari libur nasional dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.
Perayaan tahun baru imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama pada penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh pada tanggal ke-15 (pada saat bulan purnama).
Malam tahun baru Imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti "malam pergantian tahun".
Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan tahun baru Imlek sangat beragam.
Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam tahun baru, serta penyulutan kembang api.
Meskipun penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun malar, penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok sering kali dinomori dari pemerintahan Huangdi.
Setidaknya sekarang ada tiga tahun berangka 1 yang digunakan oleh berbagai ahli, sehingga pada tahun 2017 Masehi, "Tahun Tionghoa" dapat jadi tahun 4715, 4714, atau 4654.
Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi meluas.
Ini termasuk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan Jepang (sebelum 1873).
Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan telah menjadi bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.
Sejarah Tahun Baru Imlek sarat dengan legenda dan mitos.
Melansir Britannica, asal-usul Tahun Baru China berakar pada legenda tentang seekor monster bernama Nian (artinya "tahun"), yang hidup ribuan tahun lalu.
Konon, Nian suka memakan ternak dan manusia, dan akan menyerang penduduk desa setiap malam tahun baru.
Monster Nian takut pada suara keras, cahaya terang, dan warna merah.
Oleh karena itu, penduduk desa menggunakan cahaya terang dari lentera merah dan warna-warna merah lainnya untuk menakut-nakuti monster itu.
Mereka juga membunyikan suara keras untuk mengusir Nian. Itulah asal-usul perayaan Imlek identik dengan cahaya lampion dan pernak-pernik berwarna merah.
Tidak diketahui pasti kapan Tahun Baru Imlek mulai dirayakan di China.
Diperkirakan, Tahun Baru China mulai dirayakan pada masa Dinasti Shang (1600-1046 SM), atau sejak 3.500 tahun lalu.
Saat itu, orang-orang mengadakan upacara pengorbanan untuk menghormati para dewa dan leluhur, di akhir atau awal tahun. Sedangkan istilah "Nian" pertama kali muncul pada masa Dinasti Zhou (1046-256 SM).
Saat itu, sudah menjadi tradisi untuk mempersembahkan kurban kepada dewa atau leluhur, guna memberkati panen pada pergantian tahun.
Barulah pada masa Dinasti Han (202 SM - 220 M), Tahun Baru Imlek ditetapkan pada hari pertama bulan pertama dalam kalender China (lunar).
Beragam tradisi Tahun Baru Imlek mulai muncul pada masa Dinasti Wei dan Jin (220-420).
Menurut Feng Shui, Bawa Hoki Saat itu, selain menyembah dewa dan leluhur, orang-orang mulai menggunakan momen Tahun Baru Imlek untuk berkumpul bersama keluarga, membersihkan rumah, makan malam bersama, dan begadang untuk menyambut pergantian tahun.
Seiring perkembangan zaman, tradisi Tahun Baru China juga berkembang.
Orang-orang beranjak menuju tahun baru yang diharapkan mendatangkan keberuntungan dan kemakmuran, dengan menyalakan petasan, kembang api, dan mengenakan pakaian serta dekorasi berwarna merah.
Festival dan beragam pertunjukan yang menghibur, seperti pertunjukan lampion, tarian naga, dan barongsai pun menjadi bagian penting dari Imlek.
Dari China ke Dunia
Sejak pertengahan tahun 1990-an, masyarakat China diberi libur nasional selama tujuh hari untuk merayakan Tahun Baru Imlek.
Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya semakin menarik dan penuh warna, tetapi menyebar ke dunia.
Kini, sekitar 20 persen masyarakat dunia merayakan Imlek, khususnya di negara dengan kelompok Tionghoa.
Tahun Baru Imlek juga menjadi hari libur nasional di banyak negara Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.
Biasanya, setiap perayaan Imlek ada pertunjukan tarian naga, yang dipercaya oleh orang Tionghoa sebagai simbol keberuntungan.
Selain itu, masyarakat Tionghoa menyiapkan dan menikmati makanan khas Imlek, dan tidak melewatkan festival lampion.
(Bangkapos.com/Kompas.com)
| Kapan Perayaan Cap Go Meh 2025? Ini Tradisi dan Makna Penting Malam Penghujung Imlek |
|
|---|
| Makna Perayaan Imlek Bagi Mathius Irwan, Sebelum jadi Anggota DPRD Babar Tetap Rutin Berkumpul |
|
|---|
| 3 Shio Paling Beruntung Dalam Keuangan dan Karir di Tahun Ular Kayu 2025, Kamu Termasuk? |
|
|---|
| Gereja Katolik Santa Bernadeth Pangkalpinang Rayakan Ekaristi Imlek 2025 dan Membagikan Angpau |
|
|---|
| Masyarakat Ramai Kunjungi Kediaman Ketua Komisi XII DPR RI di Bangka di Momen Perayaan Imlek 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Cara-Menjawab-Ucapan-Gong-Xi-Fa-Cai-Saat-Tahun-Baru-Imlek-Mudah-dan-Sopan.jpg)