Breaking News

Bantahan Kepsek SMKN 2 Palu, Alya Anggraini Tidak Dikeluarkan, Hanya Dinonaktifkan dari OSIS

Kepala Sekolah SMKN 2 Palu, Loddy Surentu, memberikan klarifikasi bantahan terkait kabar siswi bernama Alya Anggraini disebut dikeluarkan dari sekolah

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Kolase Tribun Palu
SISWI HAMPIR DIKELUARKAN - Sosok Alya Anggraini Siswi SMK yang hampir dikeluarkan usai memprotes biaya kursus bahasa Inggris Rp250 ribu, Kepsek SMKN 2 Palu membantah dengan memberi klarifikasi bukan dikeluarkan tapi menonaktifkan jadi ketua OSIS 

BANGKAPOS.COM--Kepala Sekolah SMKN 2 Palu, Loddy Surentu, memberikan klarifikasi bantahan terkait kabar siswi bernama Alya Anggraini yang disebut dikeluarkan dari sekolah setelah protes mengenai biaya kursus sebesar Rp 250 ribu. 

Loddy menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Menurutnya, Alya tidak dikeluarkan, melainkan hanya dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Ketua OSIS.

“Kabar bahwa Alya Anggraini dikeluarkan itu sangat tidak benar. Yang terjadi adalah Alya hanya dinonaktifkan sebagai Ketua dan pengurus OSIS, bukan sebagai siswa. Keputusan ini diambil berdasarkan sejumlah pertimbangan yang tidak bisa dihindari,” ujar Loddy Surentu saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/1/2025).

Alya Masih Berstatus Siswa Aktif

Loddy menegaskan bahwa status Alya sebagai siswa tetap aktif di SMKN 2 Palu.

“Jika ada yang menyatakan Alya dikeluarkan, bisa langsung dicek. Dia masih terdaftar, masih mengikuti kegiatan belajar, dan namanya tidak pernah dihapus dari sistem Dapodik,” tambahnya.

Pihak sekolah juga telah berusaha menjalin komunikasi dengan orang tua Alya untuk membahas langkah pembinaan.

Namun, pertemuan baru bisa terlaksana seminggu setelah permintaan pertama diajukan.

“Kami sudah meminta orang tua Alya hadir untuk pembinaan, bukan membahas pengeluaran siswa. Sayangnya, pertemuan ini tertunda karena komunikasi yang kurang efektif,” jelas Loddy.

Isu Alya Dikeluarkan Berawal dari Demonstrasi di DPRD

Sebelumnya, isu Alya Anggraini dikeluarkan dari sekolah menjadi viral di media sosial.

Kabar ini menyebutkan bahwa Alya dikeluarkan setelah menggerakkan siswa untuk melakukan demonstrasi di DPRD Sulteng pada Oktober 2024.

Bahkan, polemik ini sempat memicu Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sulteng.

Loddy membantah keras tuduhan bahwa Alya dikeluarkan karena aksi tersebut.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved