Bantahan Kepsek SMKN 2 Palu, Alya Anggraini Tidak Dikeluarkan, Hanya Dinonaktifkan dari OSIS

Kepala Sekolah SMKN 2 Palu, Loddy Surentu, memberikan klarifikasi bantahan terkait kabar siswi bernama Alya Anggraini disebut dikeluarkan dari sekolah

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Kolase Tribun Palu
SISWI HAMPIR DIKELUARKAN - Sosok Alya Anggraini Siswi SMK yang hampir dikeluarkan usai memprotes biaya kursus bahasa Inggris Rp250 ribu, Kepsek SMKN 2 Palu membantah dengan memberi klarifikasi bukan dikeluarkan tapi menonaktifkan jadi ketua OSIS 

Ia menilai ada pihak tertentu yang sengaja menyebarkan informasi untuk menyudutkan dirinya.

“Ada yang sengaja menyebarkan berita ini dengan tujuan tertentu. Saya tegaskan sekali lagi, Alya masih terdaftar sebagai siswa SMKN 2 Palu,” tegasnya.

Wali Kelas: Alya Tidak Masuk Sekolah Karena Sakit

Wali kelas XII DKV I SMKN 2 Palu, Siti Masni, juga membenarkan bahwa Alya masih aktif sebagai siswa. Namun, pada hari tertentu, Alya tidak hadir karena sakit.

“Itu berita tidak betul. Alya tetap belajar di sekolah, hanya saja hari ini tidak masuk karena sakit, sesuai keterangan orang tuanya lewat WhatsApp,” ujar Siti Masni.

Kronologi Polemik Alya Anggraini di SMKN 2 Palu

  • September 2024: Alya bersama pengurus OSIS dipanggil sekolah untuk meminta maaf terkait aksi protes.
  • 24 Oktober 2024: Puluhan siswa SMKN 2 Palu menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sulteng.
  • 8 Januari 2025: Alya dipanggil menghadiri rapat konsolidasi pengurus OSIS, yang juga dihadiri kepala sekolah dan wakasek. Dalam rapat ini, SK kepengurusan OSIS Alya dicabut.
  • 14 Januari 2025: Orang tua Alya diundang ke sekolah untuk mediasi. Namun, Alya menyatakan bahwa pertemuan tersebut justru menjadi ajang tekanan baginya untuk meminta maaf.
    Pihak sekolah menilai Alya melanggar aturan, termasuk terlibat demonstrasi, mencemarkan nama baik sekolah, dan memprovokasi Ketua OSIS SMA/SMK lain di Kota Palu.

Meski demikian, Loddy kembali menegaskan bahwa Alya tidak dikeluarkan sebagai siswa, melainkan hanya dicabut dari jabatannya sebagai Ketua OSIS.

Kasus ini masih menjadi sorotan publik dan memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Pengakuan Alya

Pada 14 Januari 2025, orang tua Alya Anggraini diundang ke sekolah untuk mediasi.

Namun Alya Anggraini menyatakan bahwa pertemuan tersebut bukanlah mediasi, melainkan tekanan kepadanya untuk meminta maaf.

Setelah beberapa hari dari pertemuan tersebut, Alya Anggraini mendapati dirinya dikeluarkan dari sekolah, namun ia segera bergegas menuju ke Dinas Pendidikan Sulteng.

"Setelah hari itu, betul dinyatakan saya dikeluarkan, setelah saya pulang dari sekolah, saya langsung menuju ke Dinas Pendidikan, bagian Kepala Bidang SMK," tuturnya.

"Dan saya melaporkan atas tuduhan apa saja yang mereka lakukan," imbuh Alya Anggraini, Rabu (22/1/2025), melansir Tribun Gorontalo.

"Dan juga saya kirimkan bukti-bukti rekaman tentang mereka mengintimidasi saya, menyuruh saya meminta maaf, dan lain-lain."

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved