Minggu, 19 April 2026

Dialog Ruang Tengah

Bong Ming Ming Minta Maaf ke Masyarakat Babar, Titipkan Pesan Ini Markus-Yus Derahman

Di acara Dialog Ruang Tengah Bangka Pos, Bong Ming Ming menyampaikan bahwa ia meminta maaf dan pamit sebagai Wakil Bupati Bangka Barat

Penulis: Rifqi Nugroho | Editor: Hendra
Tim Video Bangka Pos.
WABUP BABAR - Wakil Bupati Bangka Barat periode 2021-2025 Bong Ming Ming saat hadir dalam Program Dialog Ruang Tengah Bangka Pos edisi, Rabu (14/5/2025). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Wakil Bupati Bangka Barat periode 2021-2025 Bong Ming Ming memaparkan perjalanan selama menjalankan roda pemerintahan bersama sosok Sukirman selaku Bupati.

Politisi PKS itu menyebutkan, meski memiliki banyak terobosan khsusunya di bidang kesehatan, dirinya tak menampik adanya persoalan yang belum selesai.

Akan tetapi, dirinya dan Sukirman cukup bersyukur bisa mencetuskan adanya pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat Bangka Barat.

Meski belum bisa ditopang dengan infrastruktur yang menyeluruh, menurutnya hal itu bisa memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat luas.

Tak hanya itu, ia juga berpamitan pada masyarakat serta menitipkan pesan khsus pada pasangan Markus dan Yus Derahman yang terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2025-2030.

Secara khusus Bong Ming Ming memaparkan perjalanan pemerintahannya saat hadir dalam Program Dialog Ruang Tengah Bangka Pos edisi, Rabu (14/5/2025).

Berikut petikan wawancara yang dipandu Jurnalis Bangka Pos, Edy Yusmanto tersebut:

1. Q: Apa saja baik dan buruk Bangka Barat selama kepemimpinan Sukirman-Bong Ming Ming sampai dengan hari ini?
A: Bangka Barat itu Kabupaten paling seksi diantara Kabupaten/Kota lain, salah satu Kabupaten yang punya potensi maju ke depannya. Baik dari segi geografis, alamnya, apa yang tidak ada di Bangka Barat, kita punya pelabuhan strategis, kita punya wisata paling lengkap mulai laut, bukit, sejarah dan harritage. Alhamdulillah tahun 2025 kita dapat anggaran Rp. 20 Miliar untuk membangun tiga taman. Jadi masuk empat tahun kami memimpin Bangka Barat, kita masuk saat covid, kemudian setelah itu Porprov yang harus menyelesaikan sport hall yang banyak menyerap anggaran, setelah itu ada Pemilu dan Pilkada. Kalau ditanya apa sih yang dilakukan, saya bicara dari pelayanan salah satunya pelayanan kesehatan. Kita memberikan layanan pengobatan geratis cukup menggunakan KTP dan itu pertama di Indonesia, sampai saat ini anggaran masih tersedia. Kita meningkatkan layanan rumah sakit, yang tadinya harus mengantri obat lama, sekarang beberapa menit sudah selesai. Kemudian untuk pelabuhan, kami sediakan buffer zone, yang kemudian membuat arus mudik lebih lancar, itu luar biasa sekali.

2. Q: Bangka Barat yang diinginkan Bong Ming Ming itu seperti apa?
A: Sederhananya begini, kalau kita paham multiefek, waktu timah tinggi banyak orang datang ke Bangka Belitung. Coba lihat kota besar di Indonesia, semua punya pelabuhan besar, jadi gerbang ekonomi itu pelabuhan. Makanya kemarin kita siapkan kawasannya, tapi gambarannya seperti ini pelabuhan itu pintu masuk ke suatu daerah. Jadi yang kita harapkan yang masuk di pelabuhan itu bukan hanya dari Bangka, tapi juga dari Sumatera Selatan, makanya banyangan saya harus menjadi sebuah Hub Kontainer, menurunkan barang eksport atau impor, jadi tidak perlu ke Singapura atau daerah lain. Sehingga Bangka Barat harus masuk rencana induk pembangunan nasional, insyaallah kalau itu bisa pasti dana pusat bisa masuk, kita susun kawasan industri. Itu mimpi besarnya, karena kalau terwujud pertumbuhan ekonomi bisa berjalan.

3. Q: Dari semua sektor itu apa capaian besar dari Sukirman-Bong Ming Ming?
A: Saya tidak terlalu memikirkan itu, cuma yang buat saya pribadi yang membuat saya bahagia adalah saat bisa meringankan beban masyarakat saya. Di saat bisa membuat masyarakat nyaman terutama di dunia kesehatan karena semua ditanggung pemerintah daerah.

4. Q: Apakah itu semua sudah terwujud?
A: Alhamdulillah sampai hari ini kalau bicara kesehatan semua bisa terlayani. Kalau bicara pelayanan kita masih kurang di RSUD atau Puskesmas sering waktu bisa diperbaiki, tapi memberikan pelayanan gratis itu tidak mudah karena itu bicara anggaran. Tapi itu kebahagiaan tersendiri bagi kami, bisa meringankan beban kita, itu saja bagi kami.

5. Q: Ada momen yang kemudian benar-benar memacu untuk melakukan hal itu?
A: Pertama dari diri saya sendiri, waktu saya kuliah pernah ibu saya sakit, parah. Saya tidak punya apa-apa, saya bawa ke rumah sakit Muhammadiyah di Cempaka Putih, alhamdulillah ditangani dengan baik dan belum bicara soal biaya, yang penting penanganan dulu. Yang kedua, selama saya jadi anggota DPRD, banyak saya menangani kasus masyarakat yang tidak bisa membayar biaya rumah sakit. Ada ibu-ibu tujuh hari tertahan, karena tidak bisa membayar biaya kelahiran. Saya intervensi pakai biaya APBD Provinsi waktu itu, melihat itu saya merasa kasihan sekali. Terinspirasi dengan itu bertemu Pak Haji Sukirman dan kami punya visi yang sama, itu lah semangat kita membangun Bangka Barat.

6. Q: Tentu ada yang tidak bisa tercapai selama menjalankan tugas, apa itu?
A: Tentu rumah sakit pertama ya kemarin, harusnya tahun ini dibereskan. Tapi karena ada esakalasi politik semua terkendala, itu yang belum, karena kami memang belum 5 tahun, usai adanya Pilkada Serentak ini. Kemudian rumah sakit pelayanan belum maksimal, mimpi saya rumah sakit tinggal telfon nanti petugas datang menjemput. Kemudian pembuatan KTP, semua kan harus datang ke Mentok, hari ini bisa sampai ke Kecamatan, tapi mimpi saya perpanjangan KTP bisa dari rumah. Setelah itu mimpi saya itu pasar Mentok ingin saya ubah menjadi lebih bernilai, sehingga betul-betul jadi gerbang ekonomi untuk pulau Bangka.

7. Q: Untuk Infrastruktur jalan dan lainnya seperti apa?
A: Iya, itu juga belum. Memang PR kita masih banyak, jalan kondisi memang tidak bagus, kita perbaiki pelan-pelan. Tapi hari ini kita masuk jalan baik sekitar 70 persen, artinya banyak yang belum selesai. Dana yang kemarin itu banyak terfokus untuk Porprov, penyelesaian Covid, Pemilu Pilkada, banyak sekali, akhirnya kita harus memilah mana yang paling prioritas.

8. Q: Dari semua itu, apa yang kemudian bisa diteruskan oleh kepemimpinan selanjutnya?
A: Satu yang rencana kemarin itu 14.000 lampu jalan, menyelesaikan pembangunan rumah sakit, kalau puskesmas oke lah. Terus ambulans, alat pertanian juga banyak, kalau bisa itu pertanian itu harus ada revitalisasi sawah baru bisa dilanjutkan. Terus peruntukan lahan pertanian dalam RT/RW, terus persoalan event-event budaya harus diteruskan dan tidak boleh kehilangan ciri khas nya. Kemudian rencana kita merubah RT/RW kawasan industri, pelabuhan kalau bisa harus dikelola sendiri Pemda Bangka Barat menggandeng pihak ketiga agar bisa lebih besar.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved