Jumat, 5 Juni 2026

Dedi Mulyadi Minta Maaf Pada DPRD Jabar Tapi Senang Telah Buat Marah : Yang Marahin Makin Terkenal!

Dedi Mulyadi Minta Maaf Pada DPRD Jabar Tapi Senang Telah Buat Marah : Yang Marahin Makin Terkenal!

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Kolase KOMPAS.com/Farida Farhan/YouTube/Kang Dedi Mulyadi Channel
DEDI MULYADI MINTA MAAF- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi meminta maaf atas pidatonya beberapa waktu lalu yang telah membuat fraksi PDIP di DPRD Jabar marah hingga walkout. Permintaan maaf ini disampaikan Gubernur yang biasa disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu dalam sebuah acara MoU dengan Polda Jabar di Gedung Pakuan, Kota Bandung. 

"Musrenbang forum yang sakral, diundang tak mau datang. Ingin dihargai, tapi tak pernah menghargai. Ingin dilibatkan, tapi tidak pernah mau terlibat," ujar Dedi dalam video yang diunggah di instagramnya.

Tak hanya soal absensi, Dedi juga menyinggung sikap DPRD Jabar yang menurutnya kerap bertentangan dengan upaya eksekutif dalam membangun daerah.

Ia menyayangkan bahwa beberapa program yang dinilai pro rakyat justru dituding melanggar konstitusi.

"Ngaku berpihak kepada rakyat, berjuang untuk rakyat, giliran anggaran dibuat untuk kepentingan rakyat, tak terima, dianggap melanggar konstitusi," lanjutnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk merenungkan kembali tujuan utama mereka sebagai pelayan publik.

"Kita semua harus sadar, untuk siapa sebenarnya kita bekerja," ucapnya.

Selain itu, Dedi mengatakan bahwa dirinya tidak pernah berpikir anggaran ketika memimpin, yang penting berjalan dan terlaksana.

"Duit mah nuturkeun (mengikuti), rezeki mah nuturkeun karena saya punya keyakinan memimpin tidak harus selalu ada duit," ujar Dedi, dalam pidatonya yang dikutip dari Tribun Jabar, Jumat (16/05/2025). 

"Kenapa, para raja dulu tidak menyusun APBD, VOC membangun gedung negara di Cirebon ini tidak ada itu persetujuan DPR," tambahnya.

Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa kolaborasi jangan hanya dimaknai dengan berkumpul, rapat membahas pleno satu, dua dan tiga. 

Kolaborasi adalah ketika ada tindakan darurat untuk kemanusiaan, keadilan dan rakyat, maka semua berkolaborasi. 

"Minimal mendoakan, atau minimal diam, atau kalau mau ngomong silahkan ngomong sepuas hati," ucapnya.

Ucapan Dedi itulah yang membuat Doni Maradona Hutabarat, anggota DPRD Jabar dari PDIP marah.

Perseteruan ini memuncak dalam sidang paripurna DPRD Jabar yang diwarnai aksi walk out dari Fraksi PDI Perjuangan.

Doni Maradona Hutabarat, anggota DPRD dari Fraksi PDIP, menyatakan bahwa pidato Dedi di Musrenbang telah mendiskreditkan lembaga legislatif.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved