Senin, 15 Juni 2026

Korupsi Tata Kelola Minyak

Di Mana Riza Chalid Si Raja Minyak Bersembunyi?

Meski sudah berstatus tersangka, Riza Chalid sang "raja minyak" itu belum ditahan karena diduga masih berada di Singapura.

Tayang:
Editor: fitriadi
Kolase Tribunnews
TERSANGKA KORUPSI MINYAJ - (kiri) Muhammad Riza Chalid saudagar minyak yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola minyak mentah. (kanan) Rumah mewah milik Riza Chalid yang ada di Jalan Jenggala 2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan digeledah tim Kejaksaan Agung pada Selasa (25/2/2025) hingga Rabu (26/2/2025). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid ditetapkan sebagai tersangka baru bersama delapan tersangka lainnya dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan kilang minyak di PT Pertamina Patra Niaga periode 2018-2023.

Riza Chalid yang dikenal sebagai saudarag minyak diduga menjadi aktor utama di balik penyewaan ilegal Terminal BBM Merak yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.

Meski sudah berstatus tersangka, sang "raja minyak" itu belum ditahan karena diduga masih berada di Singapura.

Baca juga: Peran Riza Chalid di Perkara Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah, Kejagung: Melawan Hukum

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah lebih dahulu menetapkan 8 orang tersangka.

Dengan demikian, jumlah total 18 tersangka dalam kasus yang merugikan negara sekitar Rp 285 triliun.

Kejagung masih terus mengembangkan penyidikan kasus ini sehingga tidak menutup kemungkinan masih ada calon tersangka lain.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Riza Chalid hingga kini belum ditahan karena berada di luar negeri.

“Tiga kali dipanggil tidak hadir. Berdasarkan informasi, yang bersangkutan tidak tinggal di Indonesia,” kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejaksaan Agung, Abdul Qohar, dalam konferensi pers, di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Kamis (10/7/2025) dilansir Tribunnews.com.

Baca juga: DAFTAR Nama-nama 18 Tersangka Kasus Korupsi Minyak Mentah, Si Raja Minyak Indonesia Riza Chalid

Hasil penelusuran penyidik menyebut Riza berada di Singapura.

Kejagung kini bekerja sama dengan atase kejaksaan di Singapura untuk melacak keberadaan sang "raja minyak" itu dan membawa yang bersangkutan ke Indonesia.

“Sudah kami tempuh berbagai cara untuk menemukan dan mendatangkan yang bersangkutan,” imbuhnya.

Qohar mengatakan Riza Chalid sebagai beneficial owner PT Orbit Terminal Merak (OTM) melakukan intervensi langsung dalam kebijakan internal Pertamina.

Ia disebut menyisipkan rencana penyewaan Terminal BBM Merak ke dalam tata kelola perusahaan, padahal saat itu Pertamina disebut belum membutuhkan tambahan fasilitas penyimpanan bahan bakar.

“(Peran Riza) dengan melakukan intervensi kebijakan tata kelola PT Pertamina berupa memasukkan rencana kerja sama penyewaan Terminal BBM Merak,” kata Qohar.

Qohar menyebutkan hal itu Riza lakukan bersama-sama dengan HB selaku Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina periode 2014, TN selaku VP Integrated Supply Chain 2017–2018, dan Gading Ramadhan Judo (GRJ) selaku Direktur Utama PT OTM.

Tak hanya menyisipkan proyek yang tidak diperlukan, Riza juga diduga menghapus skema kepemilikan aset Terminal Merak dari kontrak kerja sama. Ia menetapkan harga sewa yang tidak wajar dan merugikan keuangan negara.

Akibat perbuatannya, Riza dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Juncto Pasal 3 Juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Rekam Jejak Riza Chalid

Mohammad Riza Chalid lahir pada tahun 1960 dari pasangan Chalid bin Abdat dan Siti Hindun binti Ali Alkatiri. Ia dikenal sebagai pengusaha dengan kerajaan bisnis lintas sektor, mulai dari minyak, ritel mode, perkebunan kelapa sawit, hingga produk minuman kemasan.

Namanya mulai besar melalui perusahaan Global Energy Resources, pemasok utama minyak ke Pertamina Energy Trading Ltd (Petral)—anak usaha Pertamina berbasis di Singapura. Kekayaannya bahkan pernah ditaksir mencapai US$415 juta (sekitar Rp6,5 triliun) oleh Globe Asia tahun 2015.

Ia juga mengelola jaringan bisnis di Singapura seperti Supreme Energy dan Cosmic Petroleum.

Karier Riza lekat dengan Petral, entitas pengadaan minyak yang menguasai impor minyak nasional sejak era Orde Baru. Ia disebut-sebut sebagai sosok sentral dalam pengaruh Petral.

Karena dominasi bisnis impor minyak lewat Petral dan dianggap sebagai "penguasa abadi bisnis minyak" di Indonesia, Riza Chalid sampai dijuluki "Saudagar Minyak" (The Gasoline Godfather).

Pada 2015, Petral dibubarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah audit menemukan praktik monopoli dan rente. Namun, sebagian figur Petral tetap eksis dalam struktur baru subholding Pertamina—yang kini kembali dikaitkan dengan kasus korupsi OTM.

Nama Riza Chalid juga pernah mencuat dalam skandal "Papa Minta Saham" bersama Ketua DPR Setya Novanto dan Dirut Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin pada 2015.

Kasus itu viral dan menyeret Riza ke pusaran opini publik, meski tak sampai dijerat hukum.

Ia juga disebut terlibat dalam membantu pelarian Eddy Sindoro, mantan petinggi Lippo Group, lewat stafnya yang memfasilitasi kepergian Sindoro dari Bandara Soekarno-Hatta tanpa pemeriksaan.

Keterlibatan Riza Chalid di Politik dan Internasional

Riza sempat dikabarkan sebagai penyokong kampanye Prabowo Subianto pada Pemilu 2014.

Ia dikaitkan dengan tabloid Obor Rakyat dan pembelian Rumah Polonia—markas kampanye Prabowo-Hatta.

Tak hanya itu, media Malaysia sempat menyorot Riza setelah ia dilaporkan bertemu Perdana Menteri Anwar Ibrahim, memicu spekulasi soal tambang rare earth di Kedah. Namun kabar ini telah dibantah oleh Anwar.

Setelah bertahun-tahun menjauh dari jeratan hukum, Riza Chalid kini diduga sebagai dalang salah satu skandal korupsi terbesar di sektor energi Indonesia.

Kejaksaan Agung berkomitmen melanjutkan penyidikan untuk menelusuri seluruh jejak aset, dokumen, dan aliran dana yang diduga masuk ke kantong pribadi serta jejaring bisnis milik Riza dan kroninya.


Baca berita Bangkapos.com lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram, YouTube dan WA Channel BANGKA POS

Berita viral lainnya di Bangkapos.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved