Opini
Kolaborasi Gerakan 7 Kebiasaan Luar Biasa Anak Indonesia Dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia
Ada dua kata yang menarik untuk dikupas berkenaan dengan korelasi kebijakan Kementerian pendidikan dasar dan menengah (Kemendikdasmen)
Penulis: iklan bangkapos | Editor: Hendra
Kolaborasi Gerakan 7 Kebiasaan Luar Biasa Anak Indonesia Dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia
Oleh : DR. Hidjrahyati, M.Pd
Kepala Bidang PAUDDIKMAS Dindikpora Bangka
Ada dua kata yang menarik untuk dikupas berkenaan dengan korelasi kebijakan Kementerian pendidikan dasar dan menengah (Kemendikdasmen) tentang gerakan 7 kebiasaan luar biasa anak Indonesia dan kebijakan Kementerian kependudukan dan pembangunan keluarga (Kemendukbangga) tentang Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yakni “kebiasaan” dan “teladan”.
Secara etimologi “kebiasaan” berasal dari kata dasar biasa yang berarti sesuatu yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dan kebiasaan menunjukkan proses pembentukan atau tindakan menjadikan sesuatu itu biasa.
Sementara itu “teladan” secara etimologi berarti perbuatan, perilaku yang patut ditiru dan dicontoh. Dapat juga bermakna sesuatu atau seseorang yang menjadi contoh baik untuk diikuti.
Seperti kita ketahui bahwa gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, yang diluncurkan oleh kemendikdasmen bertujuan untuk menanamkan kebiasaan positif pada anak-anak Indonesia, dengan harapan membentuk generasi yang sehat, cerdas dan berkarakter.
Sedangkan GATI diluncurkan oleh Kemendukbangga terinisiasi karena adanya fenomena fatherless atau ketidakterlibatan peran dan figur ayah dalam kehidupan seorang anak baik secara fisik atau psikologis.
Bahkan data UNICEF menunjukkan 20,9 persen anak-anak Indonesia kehilangan figur dan peran ayah. Tentu saja ini menjadi hal yang memerlukan perhatian dan prioritas penting pemerintah melalui berbagai pihak yang terlibat.
Berdasarkan tujuan dan inisiasi tersebut, maka menjadi sangat relevan jika 2 gerakan ini dikolaborasikan, hasilnya akan semakin mengikat dalam pembentukan pribadi yang kuat untuk generasi hebat anak Indonesia.
Dan dapat menjadi perwujudan capaian program kemendikdasmen dan kemendukbangga yang sangat efektif karena secara langsung dapat menjangkau masyarakat secara luas dan memberikan manfaat yang berdampak besar pada terwujudkan generasi emas 2045.
Disisi lain, keberhasilan ini juga akan dapat menurunkan persentase fatherless di Indonesia.
Perlu dipahami pula bahwa gerakan ayah teladan melibatkan berbagai pihak, salah satunya adalah lembaga pendidikan melalui pendekatan berbasis sekolah. Keterlibatan ini semakin mempertegas hubungan gerakan 7 kebiasaan luar biasa anak Indonesia dan GATI.
Lalu, kita bertanya apa saja sih 7 kebiasaan luar biasa anak Indonesia yang dapat direalisasikan. Dengan bahasa sederhana, diantaranya adalah bangun pagi, taat beribadah, olahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat setiap hari.
Kebiasaan ini sangat efektif dilakukan dengan teladan yang diberikan orang tua. Tidak saja membentuk karakter anak menjadi kuat tetapi juga terimplemtasinya peran besar orang tua (ayah) secara fisik dan psikologis bagi anak.
Setelah kita memahami dua gerakan diatas, maka selanjutnya bagaimana kolaborasi ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan sehingga teladan ini secara konsisten dapat dilakukan dan menghasilkan pembiasaan bagi anak untuk terbentuknya karakter yang diharapkan, bukan hanya sekedar seremonial apalagi sebatas formalitas.
Menyambut Era Energi Baru Nasional dengan Pembangunan PLTN Pertama di Indonesia |
![]() |
---|
Evaluasi Proses Dispensasi Nikah di Peradilan Agama, Antara Perlindungan Anak dan Kepastian Hukum |
![]() |
---|
Membumikan Dakwah Humanis di Era Cyber Media |
![]() |
---|
Lebaran dan Ampunan |
![]() |
---|
Dari 'Gaptek' Jadi 'Tech-Savvy': Transformasi SDM di Era Serba Digital di Provinsi Bangka Belitung |
![]() |
---|