Resonansi
Mengungkap Tanya
Bung Karno pernah bilang, kemerdekaan hanyalah jembatan emas menuju masyarakat sempurna, yang adil dan makmur.
Penulis: Ade Mayasanto | Editor: Fitriadi
Lalu Bung Karno juga pernah mengangkat kisah itu dalam sebuah catatan revolusi Prancis di abad ke-18 lalu. Dimana, rakyat jelata, buruh dan petani bersama borjouis berjuang menggulingkan raja dan bangsawan, dalam paham liberte (kemerdekaan), egalite (persamaan) dan fraternite (persaudaraan).
Setelah revolusi berhasil dimenangkan, justru bukan rakyat jelata yang memegang kendali. Kaum borjuis memegang kendali, mengambil kuasa dan membangun sistem kapitalistik yang justru menindas rakyat kecil. Yang kemudian diibaratkan Bung Karno, rakyat jelata seperti pengupas nangka. Mereka ini yang terkena getahnya, tapi tak menikmati buahnya.
Ingatan itu lalu didaur ulang berkali-kali dalam catatan panjang. Terkadang, dalam orasi, tulisan panjang dan karya ilmiah kawan jelang akhir kuliah, serta cerita berbau fantasi di warung-warung kopi.
Ya, kira-kira begini ulasannya: Kemerdekaan bukan hanya soal bebas dari kolonialisme. Kemerdekaan seharusnya menjamin hak untuk menentukan nasib sendiri.
Kemerdekaan sepatutnya berbuah kemakmuran. Kemerdekaan tanpa kemakmuran adalah ilusi. Kemakmuran tanpa partisipasi adalah dominasi, dan partisipasi tanpa kemerdekaan adalah kebisingan tanpa arti.
Sekali lagi, itu hanya catatan biar tidak mudah kecele. Catatan agar tidak cepat semringah ketika variasi kecil atas nama kemerdekaan dan kemakmuran dimunculkan, dan diterangkan kepada setiap orang saban tahun.
Hingga akhirnya, kita akan paham atas sebuah panggilan. Panggilan demi menjawab sebuah estafet zaman yang tidak bisa dihentikan, atas nama kemerdekaan.
Ringkasan Berita:Upacara 17 Agustus selalu menghadirkan semangat dan pekik “Merdeka!”, namun pertanyaan penting tetap menggema: apakah kemerdekaan telah menjelma menjadi kemakmuran? Bung Karno menyebut kemerdekaan sebagai jembatan emas menuju keadilan dan kemakmuran. Namun sejarah panjang bangsa menunjukkan jalan itu tidak selalu lurus. Kemerdekaan tanpa kemakmuran hanyalah ilusi; kemakmuran tanpa partisipasi adalah dominasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Ade-Mayasanto.jpg)