Opini
Menguatkan Kesadaran Etika Profesi untuk Mencegah Malapraktik di Kalangan Mahasiswa Keperawatan
Etika profesi bukan sekadar teori dalam buku ajar, melainkan kompas moral yang menentukan arah setiap keputusan klinis
Namun, melihat kasus hanya dari sisi hukum tidak cukup.
Kenyataannya, inti masalah justru ada pada lemahnya kesadaran etika profesi yang seharusnya membimbing setiap langkah perawat.
Dimensi Etika Profesi yang Sering Terabaikan
Etika profesi bukanlah sekadar teori, melainkan pedoman moral dalam pelayanan kesehatan.
Salah satu prinsip utama adalah informed consent, yaitu persetujuan pasien atau keluarga setelah menerima penjelasan yang lengkap.
Dewi dkk. (2025) menegaskan bahwa “tenaga medis wajib meminta izin dan persetujuan dari orang tua atau wali sah sebelum melakukan tindakan medis pada bayi” (hlm. 4037).
Dalam kasus Arumi, orang tua mengaku tidak mendapat penjelasan yang memadai mengenai prosedur dan risiko yang mungkin terjadi.
Hal ini memperlihatkan bahwa komunikasi etis masih sering dipandang sepele, padahal justru merupakan kunci menjaga kepercayaan kepada masyarakat.
Kita dapat melihat bahwa keterampilan teknis tanpa adanya kesadaran etika hanya akan melakukan pelayanan yang dingin dan berjarak.
Padahal, keperawatan sejati adalah perpaduan antara ilmu pengetahuan dan sentuhan kemanusiaan.
Mahasiswa Keperawatan dan Tantangan Moral
Mahasiswa keperawatan adalah calon garda depan kesehatan. Jika sejak awal mereka tidak dibiasakan untuk peka secara etis, risiko malaapraktik akan terus membayangi.
Pendidikan selama ini lebih banyak menekankan keterampilan teknis, sementara latihan komunikasi dan empati masih minim.
Pembelajaran seharusnya menempatkan etika sebagai bagian dari praktik.
Misalnya, saat mahasiswa berlatih memasang infus, bukan hanya ketepatan teknis yang diuji, tetapi juga bagaimana menjelaskan prosedur kepada “pasien simulasi” dan memberikan ruang bagi pasien untuk menyetujui atau menolak tindakan.
| Belanja Dulu, Bayar Nanti: Tren Paylater di Kalangan Mahasiswa |
|
|---|
| Refleksi Ekonomi Bangka Belitung 2026: Inflasi Stabil, Fondasi Masih Rapuh |
|
|---|
| Dialektika Hukum dan Keadilan dalam Praktik Penegakan Hukum |
|
|---|
| Dunia Anak Tidak Sesederhana yang Kita Bayangkan: Belajar dari Film Na Willa |
|
|---|
| Waspada Lonjakan Kasus Campak di Indonesia: Alarm Kesehatan di Tengah Rendahnya Cakupan Imunisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Helfita-Fikriani-Poltekkes-pangkalpinang.jpg)