Selasa, 19 Mei 2026

Opini

Menuju Kedaulatan Energi: Siapa Memimpin, Siapa Menonton?

Indonesia, negara terbesar di kawasan ini, masih berdiri di tengah-tengah, seperti seseorang yang memandang arus sungai dan bertanya

Tayang:
Editor: Hendra
Istimewa/AI Chat GPT
Ilustrasi negara-negara Asia Tenggara dan PLTN 

Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, Indonesia selalu menjadi pusat perhatian. Tetapi pusat perhatian bukan berarti pusat inovasi. Jika kita terlalu lama di tepian, kita berisiko hanya menyaksikan negara lain yang memimpin perubahan energi ini.

Nuklir bukan sekadar pembangkit listrik. Ia adalah simbol kesiapan sebuah bangsa memasuki frontier teknologi. Ia adalah pesan bahwa kita tidak takut pada masa depan. Ia adalah instrumen yang dapat mengubah arah industri dan daya tawar geopolitik.

Indonesia tidak harus menjadi pelopor nuklir dunia. Tetapi setidaknya, kita tidak boleh menjadi negara yang terus menunda sampai pilihan itu menjadi tidak relevan.

Asia Tenggara sedang berubah. Sebagian negara telah memutuskan untuk maju dengan langkah yang berani. Mereka melihat nuklir bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai pintu menuju masa depan yang lebih stabil. Indonesia adalah negara besar.

Negara besar tidak boleh berjalan dengan ketakutan kecil. Negara besar mengambil keputusan berdasarkan data, kebutuhan, dan visi panjang. Jika kita ingin tetap menjadi jangkar kawasan, maka kita harus membaca arah angin dan berlayar bersama perubahan itu.

Sebab kapal yang tidak berlayar tidak akan karam. Ia hanya akan tertinggal. (*/E0)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved