SPPG di Bangka Belitung
BRIN Evaluasi Efektivitas MBG di Bangka Belitung
SMAN 1 Pangkalan baru, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung bersiap menerima kunjungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Dalam pelaksanaannya, sekolah turut mengatur mekanisme distribusi makanan agar berjalan tertib dan efisien. Pihak sekolah menugaskan guru dan perwakilan siswa di tiap kelas untuk membantu proses pengambilan dan pembagian makanan.
“Kalau dulu awalnya kita dampingi dengan wali kelas karena khawatir anak-anak berebut. Tapi sekarang sudah tertib. Anak-anak sudah tahu jadwalnya, mereka ambil dan bagi sendiri. Tidak ada lagi yang hilang atau tercecer,” jelasnya.
Gunawan juga menuturkan bahwa pihak sekolah memastikan jumlah makanan yang diterima dan dikembalikan sesuai dengan daftar penerima. Ia menyebut tidak ada laporan kehilangan perlengkapan makan seperti wadah atau alat makan sejak program dijalankan.
“Alhamdulillah sejauh ini nggak pernah ada yang hilang. Dulu sempat khawatir wadah makannya hilang, karena nilainya lumayan, sekitar Rp80.000 per set. Tapi anak-anak paham ini untuk kepentingan mereka, jadi semua terjaga dengan baik,” tuturnya.
Jumlah penerima manfaat di SMAN 1 Pangkalanbaru tercatat sebanyak 634 siswa. Makanan dibagikan mulai pukul 11.00 WIB, disesuaikan dengan jam istirahat sekolah agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.
“Mereka bisa makan sebelum lanjut pelajaran siang. Biasanya untuk SPPG lebih mendahulukan anak TK dan SD, jadi untuk SMA karena jam pulang yang lama biasanya jam 12 untuk makan MBG tersebut semuanya tertib,” katanya.
“Harapan kami, program ini terus berlanjut dan keluarga juga tetap semangat mendukung anak anaknya sekolah. Karena ini bukan cuma soal makan gratis, tapi soal menciptakan generasi sehat, cerdas, dan siap jadi generasi emas 2045,” tegas Gunawan. (x1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20251020-Bangka-Pos-Hari-Ini.jpg)