Selasa, 19 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

Transformasi Pendidikan 2025: Pemkab Basel Pasang Badan Dukung Sentralisasi Guru

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menegaskan komitmennya mendukung penuh agenda nasional di sektor pendidikan.

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi ketika berfoto bersama dengan para anggota Korpri di Kantor Bupati setempat, Senin (1/12/2025). Foto bersama dilakukan setelah peringatan HUT ke-54 Korpri. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menegaskan komitmennya mendukung penuh agenda nasional di sektor pendidikan.

Dukungan tersebut mencakup pelaksanaan sentralisasi tata kelola guru serta program wajib belajar 13 tahun.

Keberhasilan kedua agenda itu diyakini sangat bergantung pada kualitas guru sebagai pilar utama pembangunan pendidikan, sekaligus penentu masa depan generasi bangsa.

Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, menuturkan bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas para pendidiknya.

Menurutnya, frasa “Guru hebat, Indonesia kuat” bukan sekadar slogan, melainkan menggambarkan hubungan langsung antara mutu guru dan kekuatan suatu bangsa.

“Kami percaya, tidak mungkin ada Indonesia yang kuat tanpa guru yang hebat,” kata Debby kepada Bangkapos.com, Senin (1/12/2025).

Debby menjelaskan, guru hebat tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu mengajar dengan empati serta menanamkan nilai-nilai Pancasila.

Guru, lanjutnya, wajib adaptif mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan jati diri dan kearifan lokal.

Kelas pun seharusnya menjadi ruang inspiratif, nyaman, dan terbebas dari diskriminasi.

Guru yang terus berinovasi akan mampu menjadikan proses pembelajaran lebih segar dan relevan.

Baca juga: Era Digital Menanti, Korpri Bangka Selatan Diminta Tingkatkan Kinerja dan Integritas

Dalam menghadapi tantangan era digital, guru tidak hanya berkewajiban memastikan pembelajaran efektif, tetapi juga membekali peserta didik dengan karakter kuat, kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan semangat kebangsaan.

Debby turut menyoroti persoalan internal yang selama ini membebani dunia pendidikan.

Ia menyinggung berbagai upaya yang berpotensi melemahkan organisasi profesi guru, seperti PGRI.

Kondisi itu, menurutnya, harus dihadapi dengan konsolidasi dan kebersamaan.

PGRI sebagai wadah besar para pendidik perlu terus memperjuangkan kesejahteraan, perlindungan, dan peningkatan kompetensi guru.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved