Tribunners
Mampukah Hilirisasi Tercipta di Babel?
Bangka Belitung butuh pendekatan pentahelix agar mampu mengejar Batam.
Dari sisi kebijakan fiskal, diperlukan insentif yang bersifat selektif dan bersyarat. Insentif pajak, kemudahan impor mesin, dan pembiayaan jangka panjang harus dikaitkan dengan transfer teknologi, penggunaan tenaga kerja lokal, dan komitmen pengembangan industri lanjutan. Hilirisasi yang hanya berhenti pada pengolahan dasar berisiko menciptakan enclave industry tanpa dampak luas bagi perekonomian daerah.
Penguatan sumber daya manusia menjadi prasyarat mutlak. Industri hilir membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang teknik, kimia, manajemen produksi, dan digitalisasi industri. Kerja sama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan industri perlu diarahkan pada pendidikan vokasi berbasis kebutuhan nyata pasar. Tanpa investasi serius pada SDM, hilirisasi akan bergantung pada tenaga kerja luar dan kehilangan daya dorong inklusifnya.
Hilirisasi juga harus diturunkan hingga level desa. Optimalisasi dana desa untuk pengolahan produk lokal, penguatan BUMDes, dan pembangunan rumah produksi bersama dapat mengintegrasikan ekonomi desa ke dalam rantai nilai industri. Dengan demikian, hilirisasi tidak hanya menjadi agenda industri besar, tetapi juga instrumen penguatan ekonomi rakyat dan UMKM. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220928_Ridho-Ilahi-Fungsional-Statistisi-Badan-Pusat-Statistik.jpg)