Berita Pangkalpinang
Kompos Produksi Lapas Pangkalpinang Sukses Suburkan Melon dan Semangka
Lapas Kelas IIA Pangkalpinang kembali membuktikan kualitas kompos organik produksi sendiri. Setelah sukses pada budidaya melon ...
Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang kembali membuktikan kualitas kompos organik produksi sendiri setelah berhasil diaplikasikan pada budidaya melon madu. Kini, kompos tersebut juga mampu mendukung pertumbuhan semangka secara optimal di lahan marginal seluas 160 meter persegi yang berada di antara blok hunian warga binaan.
Tanaman semangka tersebut diprediksi akan memasuki masa panen sekitar 30 hari mendatang.
Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan kompos organik yang digunakan berbahan dasar Fly Ash, yakni limbah non-B3 hasil pembakaran batu bara yang diperoleh melalui kerja sama dengan PLTU 3 Bangka.
"Sebelumnya kami uji coba kompos ini, pada budidaya melon madu dan berhasil memanen 30 kilogram di lahan seluas 12 meter persegi. Capaian tersebut terus kami kembangkan pada berbagai jenis tanaman produktif, salah satunya semangka yang saat ini tumbuh subur," ujar Sugeng Indrawan, Selasa (12/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut bukan sekadar program pertanian, tetapi juga bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.
Hal ini juga sekaligus tindak lanjut instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengenai kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur.
"Kami berupaya mengubah lahan tidak produktif, menjadi area yang bermanfaat. Keberhasilan melon dan semangka ini menunjukkan kompos Lapas Pangkalpinang memiliki kualitas baik, untuk mendukung program ketahanan pangan," tuturnya.
Sementara itu, petugas anggota jaga sekaligus pengawas kegiatan, Nono Agriantono, mengatakan kompos Lapas Pangkalpinang menunjukkan hasil yang cukup baik terhadap pertumbuhan tanaman.
"Dari hasil yang kami lihat, tanaman semangka tumbuh subur dan perkembangan buahnya juga cukup bagus. Kompos ini mampu menjaga unsur hara tanah sehingga tanaman berkembang lebih optimal. Bahkan saya sendiri sudah mencoba mengaplikasikan kompos ini pada tanaman kelapa sawit milik pribadi dan hasilnya juga sangat baik," jelas Nono.
Sementara itu pihaknya berharap penggunaan kompos organik, dapat menjadi langkah positif dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus memanfaatkan limbah menjadi produk yang bermanfaat.
"Pengelolaan lahan tidur secara optimal diharapkan mampu memberikan nilai manfaat, sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)
| Komnas Perempuan Dorong Babel Susun Standar Minimal Perda Perlindungan Perempuan |
|
|---|
| BRI Peduli Mengubah Wajah TK Adhyaksa Pangkalpinang, Anak-anak Kini Belajar Lebih Nyaman |
|
|---|
| Bangka Kota dan Jejak Peradaban Maritim yang Perlahan Hilang |
|
|---|
| Podcast Ruang Berdaya, Babel Berdaya Transparansi Informasi dan KI Babel |
|
|---|
| Siapkan Anggaran Rp33 Miliar, Pemprov Bangka Belitung Pastikan akan Membayar Gaji ke-13 ASN dan PPPK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260512-Budidaya-semangka-oleh-warga-binaan-di-Lapas-Kelas.jpg)