Rahasia Penggemukan Limosin di Babel
Meski Mahal Warga Pilih Sapi Limosin Karena Lebih Menguntungkan
Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, permintaan sapi premium jenis limosin di sejumlah peternakan di Bangka Belitung mulai meningkat.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, permintaan sapi premium jenis limosin di sejumlah peternakan di Bangka Belitung mulai meningkat.
Sapi berbobot jumbo itu menjadi pilihan sebagian masyarakat karena dinilai memiliki kualitas daging lebih baik dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat kurban.
Salah seorang pembeli, Yanda (41), warga Semabung Lama, Pangkalpinang, mengaku sengaja memilih sapi limosin untuk kurban keluarganya tahun ini.
Baca juga: 19 Bulan Jadi Rp110 Juta, Peternak Sapi Limosin Raup Untung Berlipat
Menurut dia, ukuran tubuh dan kualitas daging menjadi pertimbangan utama dibanding sapi biasa.
“Tahun ini saya memang sengaja memilih sapi limosin karena ukuran dan bobotnya lebih besar. Jadi daging yang dibagikan juga lebih banyak dan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” kata Yanda kepada Bangka Pos, Rabu (20/5/2026).
Ia mengaku mengeluarkan dana sekitar Rp45 juta untuk seekor sapi limosin berbobot sekitar 600 kilogram.
Baca juga: Berkurban Sapi Limosin Kini Jadi Gaya Hidup dan Citra Sosial
Sebelum membeli, Yanda telah membandingkan sejumlah jenis sapi kurban di beberapa peternakan.
“Kalau untuk kurban kan kita ingin memberikan yang terbaik. Apalagi ini ibadah tahunan, jadi kami memilih sapi yang memang sehat, besar, dan layak,” ujarnya.
Kurban Presiden
Diberitakan sebelumnya, meningkatnya minat terhadap sapi limosin juga dirasakan peternak di Bangka Barat.
Di sebuah kandang di Desa Mislak, Kecamatan Jebus, seekor sapi limosin bernama Boy menjadi perhatian karena dipilih sebagai hewan kurban Presiden Republik Indonesia untuk Idul Adha tahun ini.
Tubuh Boy tampak besar dan tegap dengan bobot hampir satu ton. Saat digiring keluar kandang, suara raungannya memecah suasana pagi di area peternakan milik Hendri.
“Beratnya sekarang sekitar 980 kilogram. Terakhir ditimbang sebulan lalu,” kata Hendri, Selasa (19/5/2026).
Boy dibeli Hendri dari Lampung sekitar 19 bulan lalu dengan bobot awal 480 kilogram dan harga Rp27 juta.
Kini sapi tersebut dibeli pemerintah dengan nilai mencapai Rp110 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Sapi-Limosin-dari-Presiden-Prabowo-untuk-Bangka-Barat.jpg)