Rahasia Penggemukan Limosin di Babel
Meski Mahal Warga Pilih Sapi Limosin Karena Lebih Menguntungkan
Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, permintaan sapi premium jenis limosin di sejumlah peternakan di Bangka Belitung mulai meningkat.
Menurut Hendri, pertumbuhan bobot sapi limosin sangat dipengaruhi pola perawatan dan pakan khusus.
Dalam sehari, sapi diberi makan tiga kali dengan campuran konsentrat, bungkil kedelai, dedak gandum, kulit ubi, hingga ampas tahu.
“Kalau saya yang paling beda dari peternakan lain itu karena pakai bungkil kedelai. Bahannya saya datangkan langsung dari Jawa,” ujarnya.
Selain pakan, kebersihan kandang dan kondisi tubuh sapi juga menjadi perhatian utama.
Sapi limosin rutin dimandikan, bahkan saat cuaca panas bisa mencapai tiga kali sehari agar tetap segar dan lahap makan.
“Kalau habis mandi kan badan segar, sapi juga jadi lebih nafsu makan,” katanya sambil tersenyum.
Menjanjikan
Hal serupa disampaikan pengelola Kandang Haji Syam di Belitung, Nase.
Menurut dia, biaya perawatan sapi limosin jauh lebih tinggi dibanding sapi biasa karena kebutuhan pakan dan tenaga perawatannya lebih besar.
“Karena ini jenis sapi besar jadi memang perawatannya juga khusus,” ujar Nase.
Di kandangnya, sapi limosin dijual mulai Rp30 juta hingga di atas Rp100 juta untuk bobot tertentu.
ahun ini, seekor sapi Belgian Blue berbobot hampir satu ton juga berhasil terjual untuk kebutuhan kurban.
Meski biaya perawatan tinggi, peternak menilai usaha sapi premium tetap menjanjikan karena permintaan masyarakat terus meningkat menjelang Idul Adha. (t2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Sapi-Limosin-dari-Presiden-Prabowo-untuk-Bangka-Barat.jpg)