Jumat, 22 Mei 2026

Rahasia Penggemukan Limosin di Babel

Meski Mahal Warga Pilih Sapi Limosin Karena Lebih Menguntungkan

Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, permintaan sapi premium jenis limosin di sejumlah peternakan di Bangka Belitung mulai meningkat.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Istimewa/Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bangka Barat
SAPI LIMOSIN PRESIDEN - Penampakan sapi Presiden Republik Indonesia untuk Kabupaten Bangka Barat yang akan disembelih saat Hari Raya Idul Adha 2026 nanti. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

Menurut Hendri, pertumbuhan bobot sapi limosin sangat dipengaruhi pola perawatan dan pakan khusus.

Dalam sehari, sapi diberi makan tiga kali dengan campuran konsentrat, bungkil kedelai, dedak gandum, kulit ubi, hingga ampas tahu.

“Kalau saya yang paling beda dari peternakan lain itu karena pakai bungkil kedelai. Bahannya saya datangkan langsung dari Jawa,” ujarnya.

Selain pakan, kebersihan kandang dan kondisi tubuh sapi juga menjadi perhatian utama.

Sapi limosin rutin dimandikan, bahkan saat cuaca panas bisa mencapai tiga kali sehari agar tetap segar dan lahap makan.

“Kalau habis mandi kan badan segar, sapi juga jadi lebih nafsu makan,” katanya sambil tersenyum.

Menjanjikan

Hal serupa disampaikan pengelola Kandang Haji Syam di Belitung, Nase.

Menurut dia, biaya perawatan sapi limosin jauh lebih tinggi dibanding sapi biasa karena kebutuhan pakan dan tenaga perawatannya lebih besar.

“Karena ini jenis sapi besar jadi memang perawatannya juga khusus,” ujar Nase.

Di kandangnya, sapi limosin dijual mulai Rp30 juta hingga di atas Rp100 juta untuk bobot tertentu.

ahun ini, seekor sapi Belgian Blue berbobot hampir satu ton juga berhasil terjual untuk kebutuhan kurban. 

Meski biaya perawatan tinggi, peternak menilai usaha sapi premium tetap menjanjikan karena permintaan masyarakat terus meningkat menjelang Idul Adha. (t2)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved