Berita Bangka Selatan
Jangan Asal Datangkan Ternak dari Luar Daerah, Warning Pemkab Basel ke Pedagang Kurban
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan para pedagang hewan kurban agar lebih selektif.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Rusaidah
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan para pedagang hewan kurban agar lebih selektif mendatangkan ternak dari luar daerah menjelang hari raya Iduladha tahun 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit hewan menular di kandang penjualan maupun peternakan masyarakat.
Selain pemeriksaan kesehatan ternak, pemerintah daerah menekankan pentingnya menjaga kebersihan kandang demi memastikan daging kurban aman dikonsumsi masyarakat.
Baca juga: Jemaah Haji Asal Basel Kloter 9 Meninggal Dunia, Sempat Alami Sesak Napas, Dimakamkan di Makkah
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Nurudin, mewanti-wanti pedagang diminta berhati-hati saat memilih sapi maupun kambing yang didatangkan dari luar daerah.
Pemeriksaan awal terhadap kondisi fisik dan kesehatan hewan dinilai penting agar ternak yang masuk ke kandang benar-benar dalam keadaan sehat.
Upaya pencegahan menjadi upaya utama untuk mengantisipasi munculnya penyakit hewan menular menjelang Iduladha.
“Kami mengimbau kepada para pedagang yang mendatangkan ternak dari luar daerah untuk berhati-hati dalam memilih ternak yang akan dimasukkan ke dalam kandang,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Jumat (22/5/2026).
Baca juga: Rincian Penerima Bantuan Pangan 7 Kecamatan di Kota Pangkalpinang Februari-Maret 2026
Menurutnya kebersihan kandang menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan hewan kurban selama masa penjualan.
Lingkungan kandang yang bersih dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit menular ke manusia sekaligus menjaga kenyamanan fisik ternak.
Selain itu, sanitasi kandang turut berpengaruh terhadap kualitas daging yang nantinya dikonsumsi masyarakat.
Khususnya menjamin daging yang dihasilkan aman dan higienis saat dikonsumsi.
Kandang yang kotor berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri, virus, jamur, maupun parasit yang dapat menyerang ternak.
Kondisi tersebut dapat memicu munculnya penyakit berbahaya seperti antraks dan penyakit mulut dan kuku (PMK) apabila tidak segera ditangani.
Rutin Bersihkan Kandang
Karena itu, peternak dan pedagang diminta rutin melakukan pembersihan kandang serta menjaga sirkulasi udara tetap baik.
| Kenaikan Harga Beras dan Sapi, Pemkab Basel Waspadai Lonjakan Pangan di Tengah Melemahnya Rupiah |
|
|---|
| Pemkab Basel Desak Kades Aktif Inventarisasi Aset Desa, Konflik Luas Lahan yang Terus Berkurang |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Pastikan Kebutuhan 12 Bahan Pokok Aman hingga Dua Bulan |
|
|---|
| Pemkab Basel Fasilitasi Penyelesaian Klaim Lahan Gapoktan dengan PT FAL |
|
|---|
| Anshori Diganjar Penghargaan Khusus Bidang Satlinmas, Pemerintah Basel Kembali Toreskan Prestasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260522.jpg)