Rabu, 3 Juni 2026

Berita Bangka Belitung

Senin Depan Petani Bertemu Gubernur Babel Bahas Harga TBS Sawit

Hidayat Arsani berencana memanggil pihak Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) untuk duduk bersama dalam waktu dekat.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Bangkapos.com/Cepi Marlianto/Cepi Marlianto
CEK SAWIT -- Seorang sopir truk mengecek kondisi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Bangka Kota, Kecamatan Simpangrimba, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (12/5/2026). Harga TBS kelapa sawit anjlok dalam beberapa hari ini hingga di bawah Rp 2.000 per kilogram di tingkat petani. 

Kurniawan juga mendorong para petani sawit di Babel untuk bermitra dengan perusahaan sawit. Sehingga mendapatkan harga sesuai ketetapan pemerintah daerah bersama dengan sejumlah perusahaan sawit.

"Kami mendorong petani bermitra dengan perusahaan, karena harga petani yang tidak bermitra di luar itu tidak bisa kita atur," katanya.

Ia menyebutkan, informasi yang diterima dari pihak pabrik menunjukkan harga pasar CPO memang sedang mengalami tekanan. 

Meski demikian, pemerintah daerah berupaya menjaga stabilitas harga agar petani tidak terlalu dirugikan.

"Kami mengharapkan petani bisa bermitra sehingga mendapatkan harga sesuai yang kami rilis setiap bulannya," kata Kurniawan.

Pengendalian yang Bijak

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Doddy Kusdian, menyayangkan turunnya harga TBS kelapa sawit yang terjadi saat ini.

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera itu, harga TBS tidak boleh sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar tanpa adanya pengendalian yang bijak.

Doddy menilai komoditas sawit memiliki kaitan erat dengan program ketahanan energi nasional, sehingga stabilitas harga harus menjadi perhatian bersama.

"Kita berharap perusahaan kelapa sawit dapat lebih bijaksana dalam menentukan harga TBS di tingkat petani. Apa gunanya penetapan harga TBS setiap dua pekan kalau pada kenyataannya tidak ditaati," kata Doddy Kusdian kepada Bangkapos.com, Jumat (22/5/2026).

Dikatakannya, dalam penetapan harga TBS kelapa sawit sudah ada perhitungan dan data yang jelas. Karena itu, perusahaan tidak bisa semena-mena menurunkan harga sawit masyarakat dengan apapun alasannya.

"Jadi tidak bisa semena-mena menurunkan harga dari masyarakat, kami harapkan ketika  dibahas sama-sama, para pengusaha tidak serta mereta menurunkan. Terlepas dari permasalahan apa.? harus diperhatikan, ini bicara ketahanan energi, buat apa. Kalau tidak diikuti pengendalian harga," kata Doddy.

Ia berharap seluruh unsur, baik pemerintah maupun perusahaan sawit, duduk bersama dalam membahas persoalan tersebut.

"Harga TBS jangan diturunkan sepihak oleh pengusaha. Petani juga harus merasakan ketenangan dan kepastian, karena bicara ketahanan energi, buat apa, apabila tidak diikuti pengendalaian harga," kata Doddy.

Doddy mengatakan, saat ini Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki kekuatan besar di sektor sawit dan ketahanan energi. Karena itu, kebijakan pemerintah pusat maupun daerah harus sejalan dalam menjaga stabilitas harga sawit.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved