Berita Bangka Selatan
Cegah Malaria, Warga Bangka Selatan Diminta Gunakan Kelambu dan Repelen
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap malaria
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap malaria dengan menerapkan berbagai langkah pencegahan dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari penguatan kewaspadaan dini terhadap potensi penyebaran malaria di wilayah Bangka Selatan. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daerah tetap bebas dari penularan penyakit tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, Slamet Wahidin mengatakan pencegahan malaria tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Warga perlu memahami cara-cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk penular malaria. Langkah tersebut penting terutama bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah berisiko.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan malaria secara konsisten,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya upaya yang ditekankan adalah penggunaan kelambu saat tidur, terutama pada malam hari ketika nyamuk lebih aktif mencari mangsa. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menggunakan repelen atau obat anti nyamuk saat beraktivitas di luar rumah pada waktu tertentu.
Penggunaan pakaian yang menutupi sebagian besar tubuh juga dinilai dapat membantu mengurangi risiko gigitan nyamuk. Selain perlindungan diri, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal guna mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemberantasan sarang nyamuk dengan menerapkan gerakan 3M Plus serta menjaga kondisi lingkungan tetap bersih dan sehat. Lingkungan yang terawat dinilai dapat menekan populasi nyamuk dan mengurangi potensi penularan penyakit.
“Menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan malaria,” jelas Slamet Wahidin.
Di samping itu, masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan pada malam hari apabila berada di daerah yang berpotensi menjadi lokasi penularan malaria.
Kelompok pekerja yang sering beraktivitas di kawasan tambang, perkebunan, pesisir maupun daerah terpencil diminta lebih memperhatikan perlindungan diri. Langkah antisipasi tersebut diperlukan karena kelompok tersebut memiliki risiko lebih tinggi terpapar gigitan nyamuk penular malaria.
Warga yang mengalami demam dan memiliki riwayat perjalanan dari daerah penularan malaria diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan sejak dini penting dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit kepada orang lain.
Dinas kesehatan juga terus meningkatkan kewaspadaan fasilitas pelayanan kesehatan terhadap setiap kasus yang mengarah pada malaria.
“Apabila mengalami gejala demam dan memiliki riwayat perjalanan dari daerah penularan, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan,” sebutnya.
Untuk memperkuat upaya pencegahan kata Slamet Wahidin, Dinas Kesehatan bersama puskesmas terus mengintensifkan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat.
| Daerah Tambang dan Rawa di Bangka Selatan Jadi Fokus Pengawasan Malaria |
|
|---|
| Dua Tahun Nihil Kasus, Pemkab Bangka Selatan Jaga Status Bebas Malaria |
|
|---|
| Pemkab Basel Perketat Kewaspadaan Malaria, Puskesmas Diminta Tingkatkan Pengawasan |
|
|---|
| Jelang Pilkades, Pemkab Bangka Selatan Ingatkan Calon Kades dan Pendukung Jaga Kondusivitas |
|
|---|
| Harga TBS Sawit di Basel Tembus Rp2.650 per Kilogram, Petani Panen Kabar Baik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260605-Pengendalian-Penyakit-pada-Dinas-Kesehatan.jpg)