Resonansi

Kepercayaan

Prabowo terlihat tengah mencoba membangun legitimasi moral seusai demo besar-besaran di wilayah Indonesia.

|
Penulis: Ade Mayasanto | Editor: Fitriadi
Dok. Ade Mayasanto
Ade Mayasanto, Editor in Chief Bangka Pos/Pos Belitung. 

Konsep legitimasi ala Max Webber ini juga menjadi pondasi penting dalam sosiologi politik modern. Sebab, Webber bukan hanya bicara soal kekuasaan.

Ia juga mengingatkan bahwa kekuasaan itu dianggap sah oleh mereka yang dikuasai.

Di sinilah kemudian, Prabowo terlihat tengah mencoba membangun legitimasi moral seusai demo besar-besaran di wilayah Indonesia.

Gagasan Prabowo soal kepercayaan juga mengingatkan tentang teori kepercayaan yang dikembangkan Francis Fukuyama.

Menurut Fukuyama, kepercayaan adalah bentuk modal sosial yang memungkinkan masyarakat bekerja sama secara produktif tanpa harus diawasi terus-menerus. 

Lihat saja, bagaimana Prabowo membangun strategi trust building. Mari tengok sekali lagi dari pernyataan sikapnya.

Pencabutan tunjangan DPR, sikap tegas menyelidiki kematian Affan dan menyuarakan empati terhadap rakyat kecil, merupakan bagian kecil dari gestur etis Prabowo. Hal ini diperkuat dengan rencana undangan terbuka, dialog dari hati ke hati antara parlemen dengan tokoh, ormas dan pihak lain.

Kendati demikian, yang mesti diperhatikan adalah ihwal ekspresi konflik structural pada unjuk rasa 2025 kali ini.

Ketidakpercayaan bukan hanya muncul dari ketimpangan ekonomi atau politik. Ada pula soal interaksi sosial dan perebutan ruang simbolik. Di sini kemudian ada perebutan narasi, emosi dan solidaritas publik.

Dan untuk perebutan tiga hal itu, banyak cerita yang hilir mudik. Hingga kemudian, demo yang sekedar untuk menyalurkan aspirasi berubah haluan. Dan hasilnya terlihat dalam sepekan terakhir. Kehebatan pribadi seorang tokoh, kekayaan yang melebihi rakyat kebanyakan, tak lagi membendung amarah masyarakat.

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto menyerukan masyarakat untuk mempercayai pemerintah dan DPR RI di tengah gelombang demonstrasi nasional pasca tragedi Affan Kurniawan dan isu kenaikan tunjangan DPR
  • Dalam pertemuan dengan pimpinan partai politik di Istana Negara, Prabowo menekankan pentingnya penyampaian aspirasi secara damai serta mengumumkan rencana pencabutan tunjangan DPR
  • Langkah ini mencerminkan strategi trust building ala Max Weber dan Francis Fukuyama.

 

 

 

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved