Kamis, 23 April 2026

Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

Mahfud MD Bongkar Dugaan Mark-Up Proyek Kereta Api Cepat Whoosh Warisan Jokowi

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengaku mencium adanya indikasi pidana korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Editor: Fitriadi
YouTube Mahfud MD Official
PROYEK WHOOSH - Mantan Menkopolhukam dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi saat berbicara pada program Terus Terang yang tayang di YouTube Mahfud MD Official. Mahfud MD mengaku mencium adanya indikasi pidana korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak membayar utang Whoosh menggunakan APBN.
  • Menurut Mahfud MD, diduga ada mark-up anggaran beberapa kali lipat dalam pembiayaan proyek kereta cepat Whoosh di era pemerintahan Presiden Jokowi.
  • Menteri Perhubungan saat itu Ignatius Jonan yang menyatakan tidak setuju proyek ini akhirnya dipecat Jokowi.

 

BANGKAPOS.COM – Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang diberi nama Whoosh kini jadi sorotan banyak pihak.

Sorotan bermula dari pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak membayar utang Whoosh menggunakan APBN.

Purbaya justru mengatakan utang proyek patungan Indonesia dan China yang nilainya fantastis di atas Rp 100 triliun itu harusnya jadi tanggung jawab Danantara.

Baca juga: Menkeu Purbaya Ogah Bayar Utang Proyek Whoosh Gunakan APBN, Proyek Warisan Jokowi

Tak hanya soal bagaimana membayar utangnya, tapi juga tentang dugaan telah terjadi mark-up proyek di masa pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi itu.

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengaku mencium adanya indikasi pidana korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Menurut Mahfud MD, diduga ada mark-up anggaran beberapa kali lipat dalam pembiayaan proyek kereta cepat Whoosh di era pemerintahan Presiden Jokowi tersebut.

Baca juga: Soal Utang Kereta Cepat Whoosh yang Menumpuk : Agus Pambagio : Pak Jokowi Ngotot, Ya Sudah!

Namun hal ini katanya harus diselidiki lebih jauh, untuk mendeteksi kemana uangnya dilarikan dan dinikmati siapa saja.

Dugaan itu, katanya diperkuat lagi dari pernyataan pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo dan Anthony Budiawan di salah satu televisi swasta beberapa waktu lalu, yang akhirnya mengkonfirmasi apa yang dulu sudah didengarnya dan terberitakan sejak 5 tahun lalu.

"Apa-apa yang dulu sudah terberitakan atau 5 tahun lalu sudah terberitakan luas, sekarang dikonfirmasi langsung," kata Mahfud MD dalam channel YouTube Mahfud MD Official miliknya yang tayang, Selasa (14/10/2025) malam.

Ia menjelaskan dugaan mark-up dalam proyek Whoosh ini.

"Dugaan mark upnya gini. Itu harus diperiksa, ini uang lari ke mana. Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per 1 km kereta Whoosh itu 52 juta US dolar. Tapi di Cina sendiri hitungannya hanya 17 sampai 18 juta US dolar. Jadi naik tiga kali lipat kan. Ini yang menaikkan siapa? Uangnya ke mana?" tanya Mahfud.

Menurut Mahfud dugaan mark-up anggaran sampai 3 kali lipat, terbilang cukup fantastis.

"Nah, itu markup. Harus diteliti siapa dulu yang melakukan ini," kata Mahfud.

Mahfud mengatakan utang yang sangat besar akibat proyek Whoosh ini dan belakangan mencuat saat Menteri Keuangan Purbaya enggan membayar menggunakan APBN, sejak awal sudah diprediksi pakar dan diungkapkan ke pemerintah.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved