Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung
Awal Mula Proyek Whoosh Hingga Jokowi Merespons: Hmmm?
Proyek Whoosh di masa pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu kini yang meninggalkan utang fantastis Rp116 triliun.
Untuk membiayai investasi 7,2 miliar dollar AS pada proyek ini, 75 persen di antaranya didapat dari pinjaman China Development Bank.
Sementara sisanya berasal dari setoran modal pemegang saham, yaitu PT KCIC yang merupakan gabungan dari PSBI (60 persen) dan Beijing Yawan HSR Co Ltd (40 persen).
Whoosh, yang notabene merupakan program yang dibangga-banggakan oleh Jokowi, jelas memberikan tekanan besar terhadap kinerja keuangan PT KAI (Persero).
Utang untuk pembiayaan proyek Whoosh membuat PSBI mencatat kerugian senilai Rp1,625 triliun pada semester I-2025.
Karena menjadi lead konsosrium PSBI, maka PT KAI (Persero) menanggung porsi kerugian paling besar, yakni Rp951,48 miliar per Juni 2025, jika dibanding tiga BUMN anggota konsorsium PSBI lainnya.
Sehingga, beban yang ditanggung PT KAI (Persero) begitu berat, baik dalam bentuk biaya operasional kereta cepat maupun pengembalian utang.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin bahkan menyebut besar utang proyek Whoosh ini bagai bom waktu, sehingga pihaknya akan melakukan koordinasi dengan BPI Danantara untuk menanganinya.
“Kami akan koordinasi dengan Danantara untuk masalah KCIC ini, terutama kami dalami juga. Ini bom waktu,” ujar Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Jokowi Bungkam saat Ditanya Wartawan
Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya tersenyum ketika ditanya soal proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh.
Momen itu terjadi saat Jokowi menghadiri Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan UGM, Jumat (17/10/2025).
Seorang wartawan bertanya, “Pak, terkait Whoosh sekarang tidak pakai APBN itu tanggapannya gimana, Pak?”
Jokowi hanya menjawab singkat, “Hmmm?” lalu tersenyum dan berlalu tanpa menanggapi lebih lanjut.
Senyum dan gumaman itu dianggap sebagai tanda Jokowi enggan berkomentar terkait proyek yang kini menanggung utang Rp116 triliun.
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi menjelaskan bahwa dirinya hadir karena menerima undangan langsung dari Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, sebulan sebelumnya.
| Lahan TNI AU di Halim Diduga Jadi Objek Bancakan Proyek Whoosh |
|
|---|
| Mahfud Ingatkan Utang Whoosh Silakan Bayar tapi Korupsinya Tetap Dibongkar |
|
|---|
| Terungkap Modus dalam Indikasi Jual Lahan Negara Untuk Proyek Whoosh |
|
|---|
| KPK Temukan Indikasi Penyelewengan Proyek Whoosh: Nursron: Wah Aku Belum Tahu |
|
|---|
| Sinyalemen Mahfud Mulai Tersingkap, KPK Temukan Indikasi Modus Korupsi Proyek Whoosh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20251020-Jokowi-dan-whoosh.jpg)