Harga BBM
Respons Pertamina soal Dokumen Harga BBM Naik Mulai 1 April
Pertamina menegaskan isi dokumen yang memuat perkiraan kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai 1 April 2026 tidak bisa dipertanggungjawabkan.
"Variabel harga acuan dan kurs saat ini sangat dinamis, sehingga wajar jika terjadi penyesuaian harga di tingkat eceran," kata Wisnu.
Efisiensi Anggaran Ketimbang Menaikkan Harga BBM
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Falianty mengatakan ada beragam opsi yang bisa dilakukan pemerintahan Prabowo Subianto dalam merespons krisis energi saat ini.
Hal paling utama yang bisa dilakukan pemerintah saat ini adalah melakukan efisiensi anggaran terhadap program kerja yang menelan anggaran jumbo.
"Pemerintah berusaha terlebih dahulu untuk mengefisiensikan anggaran dan lain-lain," kata Telisa kepada Tribunnews.com, Sabtu (28/3/2026).
Dengan begitu, Telisa berharap kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini sudah dilakukan beberapa negara, menjadi opsi terakhir bagi pemerintah Indonesia.
Pasalnya, kata dia, pemerintah harus menghitung berbagai kemungkinan buruk dari kebijakan menaikkan harga BBM, termasuk inflasi dan menurunnya daya beli masyarakat.
"Agar betul-betul cermat dalam mengambil kebijakan ya. Artinya bahwa karena harga BBM bersubsidi itu begitu berdampak pada ekonomi masyarakat, sehingga menaikkan harga itu sepertinya opsi terakhir," tutur dia.
Tak hanya itu, Telisa juga menyatakan, sejatinya saat ini pemerintah sedang menunggu atau wait and see terhadap pengaruh konflik tersebut.
Terlebih saat ini pemerintah juga masih memiliki harapan besar terhadap penerimaan pajak melalui CoreTax.
"Nah kalau ada harapan di penerimaan pajak, itu bisa untuk menambah ke subsidi BBM gitu loh. Jadi karena kan estimasi APBN itu sepanjang tahun, jadi nggak melihat di titik di Maret ini saja gitu. Makanya masih dikaji, sepertinya pemerintah masih mengkaji seperti itu," ujar Telisa.
Konflik di Timur Tengah yang menyebabkan Iran menutup jalur distribusi minyak mentah dunia, Selat Hormuz, berpotensi menyebabkan krisis energi global.
Beberapa negara tetangga seperti Singapura, Vietnam, Kamboja, hingga Filipina sudah merespons dengan menaikkan harga BBM.
Kamboja sudah menyesuaikan harga BBM sebesar 10 persen ke angka USD 1,05 per liternya.
Sementara itu Vietnam, kemudian Laos, dan Filipina yang merupakan negara berbasis industri telah menunjukkan tren kenaikan harga BBM yang signifikan di kisaran 6 persen hingga 8 persen.
Lonjakan harga BBM di negara-negara ini sangat dipengaruhi fluktuasi harian pada Mean of Plot Singapore atau MOPS yang merupakan harga rata-rata produk minyak olahan di pasar-pasar Singapura yang menjadi acuan retail di Asia.
Harga BBM di Indonesia Masih Mengacu 1 Maret
Hingga akhir Maret 2026, harga BBM yang berlaku masih mengacu pada penyesuaian dari tanggal 1 Maret 2026.
Untuk mengurangi konsumsi energi seperti BBM, Pemerintah Indonesia belum membuat keputusan untuk menaikan harga BBM.
Pemerintah RI dilaporkan hanya tengah menyiapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang rencananya diberlakukan satu hari dalam sepekan, dengan opsi diperluas ke sektor swasta.
Kebijakan WFH sendiri disebut-sebut mampu menghemat konsumsi BBM hingga 20 persen, meski efektivitasnya masih menjadi perdebatan.
(Kompas TV/Danang Suryo) (Tribunnews.com/Igman Ibrahim, Wahyu Aji, Rizki Sandi Saputra)
| Harga BBM Terbaru 40 Provinsi Se-Indonesia, Segini Pertamax, Pertadex, Dexlite di Bangka Belitung |
|
|---|
| Jusuf Kalla: Kenaikan Harga BBM Sulit Dihindari |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Tarif Angkutan dan Harga Barang di Beltim Bakal Naik |
|
|---|
| Harga 3 Jenis BBM Nonsubsidi Melambung, Pertamax Dex dan Dexlite Paling Tinggi |
|
|---|
| Feeling Bahlil soal Harga Pertamax Naik atau Tidak, Sebentar Lagi Diputuskan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20251215-SPBU-Pertamina.jpg)