Senin, 20 April 2026

Resonansi

Jeda Koma di Selat Hormuz

Ketika Iran membuka dan kemudian menutup lagi dalam hitungan jam, Selat Hormuz bukan lagi sekedar arus lalu lintas

Penulis: Ade Mayasanto | Editor: Fitriadi
Dok. Ade Mayasanto
Ade Mayasanto, Editor in Chief Bangka Pos/Pos Belitung. 

Ade Mayasanto, S.Pd., M.M.

Editor in Chief 
Bangka Pos/Pos Belitung

 

Selat Hormuz. Di peta, ia hanya garis sempit yang memisahkan dua daratan. Titik sempit yang kabarnya terbentuk secara alami selama jutaan tahun.

Pembentukannya pun karena pergeseran lempeng tektonik dan kenaikan permukaan laut yang ditengarai gegara pencairan lapisan es glasial. 

Untuk Selat Hormuz, catatan Amy Mckeever di laman National Geographic menorehkan cerita bahwa proses itu dimulai sekitar 35 juta tahun yang lalu, saat dua lempeng benua bergesekan. Satu lempeng Arab di Selatan, dan lempeng Eurasia di utara. 

Yang paling penting, pergesekan dua lempeng benua itu memberikan wilayah di sekitar Selat Hormuz cadangan minyak yang luar biasa.

Persamuhan lempeng Arab dengan Eurasia mengumpulkan semua jenis bantuan yang apik untuk membentuk cadangan minyak dan gas.

Lempeng itu lalu menjebak kantong minyak dan gas di bawah batuan di ujung utara lempeng Arab. Kantong-kantong itu berada di Iran, Irak dan sebagian Suriah. 

Nah, masalah muncul saat minyak dan gas dibawa keluar. Apalagi, untuk mengangkut minyak dan gas ke seluruh dunia, Selat Hormuz adalah jalurnya.

Tengok saja, meski sempit, selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Sementara secara daratan, selat ini memisahkan bagian Selatan Iran dengan wilayah Oman, dan Uni Emirat Arab. 

Tak ayal, Selat Hormuz merupakan rute pelayaran minyak dan gas bervolume kakap.

Sekitar seperempat perdagangan minyak dunia melalui laut melewati Selat Hormuz.

Jalur air selebar sekira 48 km itu menjadi salah satu titik sempit alias checkpoint maritim paling menonjol di dunia. 

Namun, berbeda cerita ketika Selat Hormuz di kepala para Jenderal. 

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved