Senin, 20 April 2026

Resonansi

Jeda Koma di Selat Hormuz

Ketika Iran membuka dan kemudian menutup lagi dalam hitungan jam, Selat Hormuz bukan lagi sekedar arus lalu lintas

Penulis: Ade Mayasanto | Editor: Fitriadi
Dok. Ade Mayasanto
Ade Mayasanto, Editor in Chief Bangka Pos/Pos Belitung. 

kini potensi kesepakatan damai pun meredup. Padahal, sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengisyaratkan kesepakatan damai dapat diteken akhir pekan ini. 

Semua mulai menghitung ulang. Seberapa jauh langkah melaju sebelum segalanya ditarik kembali. Sebelum akhirnya Selat itu benar-benar terbuka. Terbuka hanya untuk ketegangan yang timbul dan tenggelam. 

Seperti narasi-narasi kuno yang ada sebelumnya, bahwa Selat Hormuz adalah simpul strategis yang sejak dahulu kala diperebutkan.

Mulai dari pedagang kuno, kekuatan kolonial hingga negara modern sekalipun.

Hingga akhirnya, narasi itu mengabari kita bahwa geografi berubah menjadi politik, dan laut akhirnya menjadi alat tawar menawar kekuasaan. Dan itu ada di Selat Hormuz


 

Sumber: bangkapos.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved