Program Makan Bergizi Gratis Dievaluasi, Banyak Siswa Bosan hingga Makanan Terbuang
Program Makan Bergizi Gratis dievaluasi setelah banyak siswa bosan menu dan makanan terbuang. Pemerintah fokuskan agar tepat sasaran
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:Program MBG menghadapi evaluasi setelah banyak siswa tidak menghabiskan makanan. Pemerintah kini fokus pada penerima yang benar-benar membutuhkan.
BANGKAPOS.COM--Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak kini menghadapi tantangan di lapangan.
Di sejumlah sekolah, makanan yang dibagikan justru tidak dikonsumsi, memunculkan fenomena “bosan menu” hingga berujung pada potensi pemborosan anggaran.
Fenomena Piring Tak Tersentuh
Di berbagai sekolah, pemandangan kotak makan yang masih utuh mulai menjadi perhatian.
Sejumlah siswa mengaku jenuh dengan menu yang disajikan berulang, terutama lauk yang dinilai kurang variatif.
Kondisi ini membuat tujuan awal program MBG yakni memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup tidak sepenuhnya tercapai.
Bahkan, sebagian siswa lebih memilih membeli makanan di kantin dibanding mengonsumsi makanan yang telah disediakan.
BGN Lakukan Evaluasi dan Penyisiran
Merespons temuan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah cepat dengan membentuk tim optimalisasi.
Tim ini bertugas mengevaluasi sekaligus memastikan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Melalui penyisiran penerima manfaat ini, kami ingin menghindari pemborosan karena makanan tidak dimakan siswa,” ujar Nanik S Deyang dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
BGN juga akan memilah sekolah penerima manfaat.
Sekolah swasta dengan biaya tinggi berpotensi tidak lagi masuk dalam program, sementara sekolah negeri di kawasan tertentu akan diseleksi melalui kuesioner kepada siswa.
Temuan Lapangan: Siswa Jenuh Menu
Dari hasil inspeksi mendadak di sejumlah sekolah di Jakarta, ditemukan banyak makanan tidak tersentuh. Alasan yang muncul pun sederhana: siswa merasa bosan.
“Ada yang bilang lauknya telur terus, ada juga yang lebih memilih makan di kantin,” ungkap Nanik.
Temuan ini menjadi sinyal bahwa selain aspek gizi, variasi menu juga berperan penting dalam keberhasilan program.
Kritik: Harus Lebih Tepat Sasaran
| Video : Program MBG Rp3,9 Miliar Mengalir di Babel Lewat SPPG, Klaim Dampak Ekonomi Daerah |
|
|---|
| 106 SPPG di Babel Wajib Tahu! Rencananya MBG Hanya untuk Anak Kurang Gizi |
|
|---|
| MBG Hanya untuk Anak Kurang Gizi Jadi Arah Baru Kebijakan & 8 Celah Rentan Korupsi yang Disoroti KPK |
|
|---|
| Intip Kekayaan Kepala BGN Dadan Hindayana: Koleksi Mobil Mewah hingga Kas Miliaran Rupiah |
|
|---|
| Perintah Prabowo, BGN Segera Ubah Hanya Anak Kurang Gizi Mendapat MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20251002-Program-MBG-Dipelesetkan-jadi-Makan-Beracun-Gratis.jpg)