Rabu, 6 Mei 2026

Berita Viral

2 Korban Dugaan Kiai Cabul di Pati Cabut Pengakuan

Dua dari lima korban dugaan pencabulan oleh Ashari, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, cabut keterangan di Polresta Pati.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Tribunjateng.com/Mazka Hauzan Naufal
PENYIDIKAN - Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama memberikan keterangan pada wartawan di Mapolresta Pati, Senin petang (4/5/2026). Dia memberikan penjelasan tentang perkembangan penyidikan kasus pencabulan santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo. 

Alternatif Pasal 6 huruf C juncto Pasal 15 ayat (1) huruf E UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Menghilang dari Ponpes

Ashari, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, sudah ditetapkan sebagai tersangka pada 28 April 2026 terkait kasus pencabulan dan kekerasan asusila terhadap santriwati.

Setidaknya ada 50 santriwati menjadi korban cabul Ashari.

Tidak hanya santriwati, istri para pengikutnya juga jadi korban asusila Ashari.

Ashari sudah dipanggil oleh penyidik Satreskrim Polresta Pati untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Senin (4/5/2026).

Namun ia mangkir dan tidak memberi kabar alasannya tidak bisa datang ke Polresta Pati.

Satreskrim Polresta Pati sudah mengultimatum Ashari dan akan menangkapnya secara paksa.

Keberadaan Ashari, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, hingga kini masih belum diketahui.

Sudah tiga bulan Ashari tidak terlihat di ponpes yang ia dirikan.

Kondisi Ponpesnya juga tampak lengang tanpa aktivitas.

Di gerbang depan, terpasang spanduk pengumuman yang mengabarkan bahwa pondok tidak menerima santri baru sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Hal ini menyusul mencuatnya kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati yang diduga dilakukan oleh pengasuhnya, Ashari.

Ahmad Nawawi, seorang pemuda setempat, mengungkapkan bahwa aktivitas di pondok tersebut telah berhenti total pascaaksi demonstrasi warga Sabtu lalu (2/5/2026).

"Kondisi terkini terhadap pondok pesantren ini, sekarang ini tidak ada aktivitas sama sekali. Santri putri juga sudah tidak ada (sudah dipulangkan ke keluarga masing-masing-red.)," ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved