Viral Harga Asli Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax, Ini Kata Pertamina
Pertamina mengklarifikasi unggahan viral yang menyebut harga asli Pertalite lebih tinggi dibandingkan harga jual Pertamax
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
"Rp6.088 ini ke mana uangnya itu? Kenapa bukan Pertamax yang disubsidi, ya kan?"
"Kalau Pertamax yang disubsidi Rp6.000 ini, berarti dari Rp12.800 jadi sekitar Rp7.000-an, atau Rp6.500-an mungkin."
"Kalau Pertamax yang disubsidi, lebih sejahtera rakyat, ya kan?
Karena harganya Rp12.800. Di sini subsidi Rp6.000. Tapi kan di sini tidak masuk akal, ya kan?"
"Pertalite ronnya lebih rendah tapi harganya lebih mahal. Sementara Pertamax yang ronnya lebih tinggi tapi lebih murah."
Karena video tersebut, muncul pertanyaan publik terkait mekanisme subsidi BBM dan perbedaan harga keekonomian antara Pertalite dan Pertamax.
Menanggapi hal tersebut, Taufik Kurniawan selaku Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah dan DIY menjelaskan, harga Pertamax sejatinya juga ditahan agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Tidak seperti itu cara membaca struknya. Jadi, Pertamax mengapa harnganya segitu agar mempertahankan daya beli masyarakat."
"Pertamax itu tetap disubsidi, tetapi oleh Pertamina,” ujarnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (13/5/2026).
Dia mengatakan, harga keekonomian Pertamax sebenarnya lebih tinggi karena memiliki kadar oktan lebih tinggi dibanding Pertalite.
Namun, kata dia, Pertamina memilih mempertahankan harga jual agar tidak terjadi lonjakan perpindahan konsumen ke BBM subsidi.
“Kalau Pertamax ikut naik, bayangannya semua orang beralih ke Pertalite."
"Padahal, Pertalite ada kuotanya yang merepresentasikan anggaran negara,” katanya.
Menurut Taufik, jika perpindahan besar-besaran terjadi, maka kuota subsidi berpotensi jebol dan membebani anggaran negara.
Karena itu, Pertamina menahan kenaikan harga BBM non subsidi meskipun harga minyak dunia mengalami eskalasi, termasuk akibat situasi geopolitik global seperti ketegangan di Selat Hormuz.
| Waspada Bencana hidrometeorologi Basah dan Kering Melanda Sejumlah Daerah |
|
|---|
| Karier Hancur hingga Digugat ke Pengadilan, Ini Duduk Perkara Juri dan MC LCC MPR yang Viral |
|
|---|
| Mangkir, Heri Black Crazy Rich Semarang Diultimatum KPK Soal Kasus Suap di Ditjen Bea Cukai |
|
|---|
| Terkuak Fakta Lama, Eks Pengikut Mengaku Setahun Jadi Korban Asusila Ashari Sejak 2013 |
|
|---|
| Daftar Terbaru 36 Nama Kapolda se-Indonesia Usai Kapolda Metro Jaya Naik Pangkat Irjen Jadi Komjen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Antrian-belum-BBM-di-SPBU-30-Maret-2026.jpg)