Jumat, 15 Mei 2026

Viral Harga Asli Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax, Ini Kata Pertamina

Pertamina mengklarifikasi unggahan viral yang menyebut harga asli Pertalite lebih tinggi dibandingkan harga jual Pertamax

Tayang:
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
ANTRIAN DI SPBU - Pantauan di lapangan, harga BBM di SPBU kawasan Jalan Ahmad Yani, Pasar Pagi 

"Rp6.088 ini ke mana uangnya itu? Kenapa bukan Pertamax yang disubsidi, ya kan?"

"Kalau Pertamax yang disubsidi Rp6.000 ini, berarti dari Rp12.800 jadi sekitar Rp7.000-an, atau Rp6.500-an mungkin."

"Kalau Pertamax yang disubsidi, lebih sejahtera rakyat, ya kan? 

Karena harganya Rp12.800. Di sini subsidi Rp6.000. Tapi kan di sini tidak masuk akal, ya kan?"

"Pertalite ronnya lebih rendah tapi harganya lebih mahal. Sementara Pertamax yang ronnya lebih tinggi tapi lebih murah."

Karena video tersebut, muncul pertanyaan publik terkait mekanisme subsidi BBM dan perbedaan harga keekonomian antara Pertalite dan Pertamax.

Menanggapi hal tersebut, Taufik Kurniawan selaku Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah dan DIY menjelaskan, harga Pertamax sejatinya juga ditahan agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Tidak seperti itu cara membaca struknya. Jadi, Pertamax mengapa harnganya segitu agar mempertahankan daya beli masyarakat."

"Pertamax itu tetap disubsidi, tetapi oleh Pertamina,” ujarnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (13/5/2026).

Dia mengatakan, harga keekonomian Pertamax sebenarnya lebih tinggi karena memiliki kadar oktan lebih tinggi dibanding Pertalite.

Namun, kata dia, Pertamina memilih mempertahankan harga jual agar tidak terjadi lonjakan perpindahan konsumen ke BBM subsidi.

“Kalau Pertamax ikut naik, bayangannya semua orang beralih ke Pertalite."

"Padahal, Pertalite ada kuotanya yang merepresentasikan anggaran negara,” katanya.

Menurut Taufik, jika perpindahan besar-besaran terjadi, maka kuota subsidi berpotensi jebol dan membebani anggaran negara.

Karena itu, Pertamina menahan kenaikan harga BBM non subsidi meskipun harga minyak dunia mengalami eskalasi, termasuk akibat situasi geopolitik global seperti ketegangan di Selat Hormuz.

Sumber: bangkapos
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved