Kamis, 4 Juni 2026

Kantor BGN Digeledah Kejagung

Awal Mula Prabowo Curiga pada Dadan Hindayana

Presiden Prabowo Subianto banyak menerima laporan miring soal dugaan penyelewengan di BGN.

Tayang:
Editor: Fitriadi
KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU
TERSANGKA - Dadan Hindayana saat masih menjabat Kepala BGN. Dadan ditetapkan Kejaksaan Agung sebagai tersangka kasus korupsi program MBG. 

Menurut Prabowo para pejabat yang diganti tersebut merupakan figur-figur yang sebelumnya sangat ia andalkan dalam menjalankan program strategis.

Karena itulah, langkah mencopot Dadan Hindayana Cs diakui Prabowo sebagai keputusan yang sangat berat.

"Orang yang saya percaya. Orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat," ujarnya.

Namun, hal itu terpaksa diambil demi menjaga integritas jalannya pemerintahan, terutama pada program-program krusial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurut Prabowo mencopot Dadan,  Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya tidaklah mudah. Namun ia selalu mengingat pesan sang ayah yakni untuk selalu berpihak kepada rakyat apabila menghadapi situasi yang dilematis.

“Tapi saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, Profesor Sumitro, pernah mengatakan kepada saya: "Prabowo, kalau satu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat: berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” kata Prabowo.

Kesan Pertama

Perjalanan Dadan Hindayana menuju jabatan strategis di lingkaran pemerintahan juga disorot. 

Terbilang orang baru di lingkaran Prabowo Subianto, Dadan masuk dalam daftar kabinet pemerintahan Prabowo. 

Latar belakang Dadam sebagai akademisi dan pakar entomologi atau ilmuwan yang mempelajari serangga, mencakup perilaku, siklus hidup, dan habitatnya mempertemuan pria asal Garut Jawa Barat ini dengan Prabowo. 

Prabowo bertemu Dadan usai pohon cemara udang (casuarina equisetifolia) di rumahnya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat diserang cendawan sehingga daunnya menjadi layu.

Nama Dadan menjadi satu dari tiga orang yang diajukan menangani pohon cemara ke Prabowo sehingga perjalanan karier Dadan berubah setelahnya. 

Dadan kemudian masuk menjadi pakar di tim Prabowo. Ia intens berdiskusi dan memberi masukan untuk Prabowo Subianto

Kedekatannya dengan Prabowo membuat ia berharap bisa diberi jabatan komisaris di perusahaan negara. 

Namun Prabowo punya pandangan berbeda, ia ditantang mengurusi MBG, program prioritas Prabowo. Ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di kabinetnya.  

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved