Rabu, 15 April 2026

Doa dan Amalan

Doa Menyentuh Ubun-ubun Istri Setelah Ijab Qabul Akad Nikah

Pernikahan merupakan salah satu momen penting ketika seorang pria dan wanita resmi menjadi pasangan suami dan istri.

Penulis: Rusaidah | Editor: Rusaidah
Gemini AI
DOA SETELAH MENIKAH - Dalam ajaran Islam, ada doa yang dapat dipanjatkan oleh pengantin laki-laki setelah ijab qabul dan dibaca sambil meletakkan tangannya di ubun-ubun sang istri. 

BANGKAPOS.COM - Menikah adalah suatu ikatan atau akad yang sah secara hukum dan agama antara seorang laki-laki dan perempuan untuk membentuk keluarga yang sah.

Tujuannya menciptakan keharmonisan dan melanjutkan keturunan.

Dalam Islam, pernikahan bukan hanya sebagai fitrah manusia dan ibadah, tetapi juga sebagai penyempurna agama, yang dianjurkan bagi yang mampu untuk menjaga kehormatan diri dan menghindari kemaksiatan. 

Pernikahan merupakan salah satu momen penting ketika seorang pria dan wanita resmi menjadi pasangan suami dan istri.

Dalam ajaran Islam, ada doa yang dapat dipanjatkan oleh pengantin laki-laki setelah ijab qabul dan dibaca sambil meletakkan tangannya di ubun-ubun sang istri.

Baca juga: Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu Lengkap Jenis Air yang Boleh Digunakan Berwudhu

Rasulullah bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian menikahi seorang wanita, hendaklah ia memegang ubun-ubunnya, lalu berdoa: Allahumma inni as’aluka khairahaa wa khaira maa jabaltahaa ‘alaihi, wa a’udzu bika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa ‘alaihi.

(Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tabiat yang Engkau ciptakan padanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tabiat yang Engkau ciptakan padanya).” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dinilai hasan)

Meskipun demikian, pernikahan sebaiknya dilakukan oleh mereka yang telah siap secara lahir dan batin.

Sebuah hadis menekankan bahwa pernikahan dianjurkan bagi pemuda yang mampu, dan bagi yang belum mampu, dianjurkan untuk berpuasa.

“Dari Alqamah, dia berkata: Aku bersama Abdullah, lalu dia ditemui Utsman di Mina dan dia berkata, "Wahai Abu Abdurrahman, sesungguhnya aku memiliki kepentingan denganmu.

"Maka keduanya pun menyingkir ke tempat sepi. Utsman berkata, "Apakah engkau mau wahai Abdunahman kami nikahkan dengan gadis yang dapat mengingatkanmu akan apa yang biasa padamu dahulu?" Ketika Abdullah melihatnya tidak membutuhkan hal itu, maka dia mengisyaratkan kepadaku seraya berkata, "Wahai Alqamah." Aku menuju kepadanya dan dia berkata,

"Ketahuilah, sekiranya engkau mengatakan itu maka sungguh Nabi SAW telah bersabda kepada kami, 'Wahai sekalian pemuda, barangsiapa diantara kamu mampu al baa'ah maka hendaklah menikah, dan barangsiapa tidak mampu maka hendaklah berpuasa, sesungguhnya puasa itu menjadi perisai (wijaa') baginya'." (HR. Bukhari)

Hadis tersebut dikutip dari skripsi berjudul Analisis Maslahah Tentang Penerapan Hadis Perintah Menyegerakan Menikah Bagi Pemuda Yang Mampu (Studi Pada Pemuda Desa Kalibening Raya Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara) oleh M. Daniel Tri Wahyudi, mahasiswa jurusan Hukum Keluarga di Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung tahun 2024.

Baca juga: Doa Al-Jabbar Ya Jabbar Alhamdulillāhi Rabbil Alamīn: Allah yang Menguatkan

Ada pun tradisi menyentuh ubun-ubun istri setelah akad juga berkembang di berbagai daerah di Indonesia, misalnya mappasikarawa dalam pernikahan suku Bugis.

Dalam tradisi ini, mencium ubun-ubun menjadi simbol kasih sayang, perlindungan, dan rasa hormat suami terhadap istri.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved