Minggu, 17 Mei 2026

Mutiara Ramadhan

Surat Cinta Tuhan

Banyak ayat dalam Alquran mengajak kita untuk bersabar menghadapi musibah karena ternyata musibah adalah surat cinta Tuhan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fitriadi
nasaruddinumar.id
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar 

Oleh, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar

Di mana ada ujian di situ ada kenaikan kelas. Tanpa ujian sulit menggapai kenaikan kelas.

Musibah itu ujian, jangan takut menghadapi ujian karena hanya dengan ujian martabat kita bisa
meningkat.

Kematangan seseorang diuji dengan berbagai tantangan, bahkan cobaan.

Hanya saja masih jarang orang menyadari bahwa musibah dan penderitaan adalah ujian kenaikan kelas.

Baca juga: Membakar Dosa-dosa

Jika kita merenung dan berkontemplasi sejenak, maka memang benar bahwa di balik setiap musibah dan penderitaan selalu ada rahasia Tuhan yang sulit ditebak.

Banyak ayat dalam Alquran
mengajak kita untuk bersabar menghadapi musibah karena ternyata musibah adalah surat cinta Tuhan kepada hamba yang dikasihi-Nya.

Suatu saat Nabi Yusuf berdoa: 
“Rab al-sijn ahbbu ilaiyya”
(Ya Allah penjara aku lebih sukai) (Q.S. Yusuf/12:33).

Ini diungkapkan ketika ia dipaksa oleh raja melakukan sesuatu yang
bertentangan dengan hati nuraninya.

Ia memilih hidup menderita di ruang gelap dan sempitnya penjara ketimbang gemerlapnya istana yang ditawarkan kepadanya. 

Ternyata bukan hanya Nabi Yusuf, sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia memiliki daftar panjang nama-nama yang rela menderita demi untuk meraih keerdekaan untuk anak-cucunya.  

Mungkin, kita pernah mengalami dalam kadar tertentu. Ini membuktikan bahwa ternyata penderitaan tidak selamanya menyakitkan, tetapi kadang dirasa lebih asyik, karena boleh jadi merasa sedang bersama dengan Tuhan. 

Banyak orang yang bukan Nabi juga lebih memilih penderitaan secara fisik demi ketenangan batinnya, ketimbang bahagia secara fisik tetapi menderita secara batin.

Musibah, bala, kekecewaan, dan ketidaknyamanan bisa diubah menjadi sebuah kenyamanan, jika suasana batin aktif di dalam hati seseorang.

Musibah dan penderitaan yang seharusnya menjadi sesuatu yang merepotkan, mengecewakan, menyakitkan, dan memalukan tetapi ada orang yang berhasil menjadikannya sebagai suatu kenikmatan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved