Senin, 18 Mei 2026

Mutiara Ramadhan

Surat Cinta Tuhan

Banyak ayat dalam Alquran mengajak kita untuk bersabar menghadapi musibah karena ternyata musibah adalah surat cinta Tuhan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fitriadi
nasaruddinumar.id
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar 

Penyakit yang mendera Nabi Ayyub sekujur badannya dikerumuni belatung membuatnya dibuang di sebuah gua di pegunungan di luar perkampungan.

Ia tiba-tiba mengatakan kepada para belatung di sekujur tubuhnya, kalian dulu makhluk yang paling aku benci, di mana-mana saya mencari tabib untuk memusnahkanmu, tetapi kalian tetap betah di tubuhku. 

Sekarang kalian bersenang-senanglah, karena ternyata kalian adalah sahabat setiaku. Satu-satunya yang bisa menemaniku di kegelapan gua ini hanya kalian. 

Ayyub tidak lagi merasa sakit dari gigitan belatung-belatung itu. 

Penderitaan, rasa sakit, kecewa, malu, menderita, dan tertekan hanyalah masalah psikologis. 

Musibah bisa diajak berkompromi. Musibah bisa dijadikan batu loncatan untuk naik lebih tinggi dari tempat semula.

Banyak contoh dalam kehidupan kita musibah dijadikan sebagai
hikmah untuk lebih maju, kreatif, dan berhasil.

Jangan memusuhi musibah karena pasti terasa lebih sakit. 

Jangan memusuhi penyakit karena pasti penyakit itu lebih terasa mendera.

Nikmati penderitaan itu, niscaya kadar rasa sakitnya akan berkurang secara signifikan.

Demikian pendapat para ahli anastesia. 

Penderitaan atau musibah sesungguhnya adalah “surat cinta Tuhan”.

Tuhan merindukan hamba-Nya, tetapi undangannya berupa kenikmatan dan kemewahan tidak digubris, maka Tuhan mengubah surat undangan dalam bentuk musibah.

Musibah adalah ujian keburukan (balaun sayyiah) tetapi mengangkat martabat kemanusiaan.

Jika orang ditimpa musibah, maka yang paling pertama dipanggil biasanya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved