Mutiara Ramadhan
Belajar dari Kisah Hidup Luqmanul Hakim
Kisah Lukman dalam Alquran sarat dengan pelajaran penting bagi manusia.
Oleh, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar
Nama Luqmanul Hakim diabadikan menjadi nama salah satu surah dalam Alquran.
Ia bukan nabi tetapi sangat dipuji oleh Allah SWT.
Menurut riwayat Ibn Abbas, Luqmanul Hakim seorang manusia biasa yang pekerjaan sehari-harinya pencari kayu bakar di Habsy.
Ia bukan nabi, bukan rasul, bukan bangsawan, dan bukan pula ulama besar.
Baca juga: Ego Spiritual tanpa Ibadah Sosial
Ada riwayat yang menyebutkan ia seorang hakim di zaman Nabi Daud.
Riwayat lain menyebutkan ia hidup sesudah Nabi Isa, sebelum Nabi Muhammad SAW lahir.
Ia memiliki banyak kelebihan di balik kesederhanaannya sehingga namanya diabadikan di dalam Alquran sebagai Surah Luqman.
Menurut Ibnu Katsir, nama panjang Luqman ialah Luqman bin Unaqa’ bin Sadun.
Ia digambarkan bertubuh pendek dan berhidung mancung dari Nubah dan ada juga yang berpendapat ia berasal dari Sudan.
Suatu saat Luqmanul Hakim masuk ke dalam pasar menaiki seekor himar (keledai), sedangkan anaknya mengikuti dari belakang.
Melihat tingkah laku Luqman, ada sekumpulan orang yang berkata: ”Lihatlah orang tua yang tidak punya perasaan, ia keenakan sementara anaknya berjalan kaki”.
Setelah mendengarkan kata-kata itu, maka Luqman turun dari atas keledai lalu anaknya disuruh naik ke atas keledai, sedangkan ia sendiri berjalan kaki.
Melihat kenyataan itu, maka orang-orang pasar kembali mencemooh: “Lihat orang tua itu, ia berjalan kaki
sedangkan anaknya keenakan di punggung keledai, sungguh anak itu tidak tahu malu”.
Mendengar itu maka Luqmanul Hakim juga naik ke atas keledai bersama-sama anaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250904-Biodata-Nasaruddin-Umar-Menteri-Agama.jpg)