Mutiara Ramadhan
Belajar dari Kisah Hidup Luqmanul Hakim
Kisah Lukman dalam Alquran sarat dengan pelajaran penting bagi manusia.
Orang-orang pasar kembali mencemooh: ”Lihat itu ada dua orang menaiki seekor keledai, sungguh menyiksa kedeledai itu”.
Karena tidak suka mendengar cemoohan itu, maka Luqmanul Hakim dan anaknya turun dari keledai.
Orang-orang pasar kembali mencibir: ”Lihat itu, dua orang berjalan kaki, sedangkan keledai tidak dikendarai”.
Lihatlah bagaimana kayanya Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai sudut pandang.
Luqmanul Hakim dalam kisah lain juga pernah diperintahkan tuannya untuk menyembelih kambing, lalu tuannya berkata: “Wahai Luqman tolong ambilkan daging terbaik dari kambing yang engkau sembelih”.
Lalu Luqmanul Hakim mengambilkan lidah dan hati
kambing itu. Tuannya berkata, “wahai Luqman tolong ambilkan daging yang terjelek”.
Lalu Luqman mengambil lidah dan hati itu lagi. Lalu tuannya bingung dan bertanya: “Wahai Luqman mengapa ketika kau kuperintahkan mengambil daging yang terbaik dan terburuk kau memberikan bagian yang sama yaitu lidah dan hati?”
Luqman menjawab: ”Wahai tuanku, kalaulah lidah dan hati ini baik, maka itu lebih bermanfaat, dan apabila lidah dan hati ini jelek, maka itu lebih jelek dan akan menimbulkan kerusakan."
Lidah dan hati dianalogikan dengan organ manusia yang sangat menentukan itu.
Pengalaman Lukmanul Hakim di atas terkandung banyak pelajaran berharga bagi kita. Di antaranya betapa subyektifnya penilaian manusia, sehingga apapun yang dilakukan seseorang bisa dilihat sudut-sudut negatifnya.
Agaknya mustahil kita bisa memenuhi seluruh harapan dan kehendak masyarakat, apalagi kalau masyarakat itu majemuk dan heterogen di dalam waktu bersamaan.
Jika kita ingin memperbaiki situasi, maka masyarakat harus istiqamah di atas tataran nilai luhur yang banyak disepakati orang.
Berpegang teguh pada aturan yang standar akan mengurangi risiko kehidupan.
Kisah Lukman dalam Alquran juga sarat dengan pelajaran penting, antara lain; tidak boleh mempersekutukan Allah (QS 31:13), berbuat baik kepada kedua orang tua suatu keniscayaan (QS 31:14),
Kemudian, selalu sadar bahwa kita selalu di dalam pengawasan Allah (QS 31:16), anjuran untuk selalu mendirikan shalat (QS 31:17), senantiasa berbuat kebajikan (QS 31:17).
Pelajaran lainnya yaitu, menjauhi kemungkaran (QS 31:17), selalu sabar menghadapi cobaan dan ujian (QS 31:17), dan selalu menghindari kesombongan (QS 31:19).
Jika keseluruhan nasehat dan pelajaran di atas diinternalisasikan ke dalam prinsip hidup kita, maka yakin hidup kita pasti tenang dan damai.
Mari kita mengambil pelajaran berharga dari kisah hidup Luqmanul Hakim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250904-Biodata-Nasaruddin-Umar-Menteri-Agama.jpg)