Sabtu, 18 April 2026

Mutiara Ramadhan

Hakekat Silaturahim

Menjalin silaturrahim bukan hanya dengan sesama manusia, atau sesama orang hidup, tetapi juga dilakukan dengan sesama makhluk.

Editor: Fitriadi
Tribunnews.com
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar 

Ia juga bersahabat dengan angin, jin, dan malaikat. Mereka semua membantu menyelesaikan problem dan tantangan yang dihadapinya.

Sufi perempuan Rabi’ah al-‘Adawiyah juga bersahabat dengan binatang buas dan burung liar, seperti halnya bisa kita saksikan kekhususan yang dimiliki oleh para pawang binatang buas.

Nabi Muhammad memberi nama terhadap binatang dan peralatan sehari-harinya, seperti unta, kuda, cangkir, dan sisir.

Ia juga mengajari kita memberi salam kepada rumah kosong dan kuburan.

Halal bi halal adalah local product silaturrahim Indonesia yang kini mulai memasyarakat di Malaysia, Brunei, dan Singapura.

Silaturrahim memberikan energi spiritual untuk lebih eksis dalam menjalani kehidupan.

Banyak sekali ayat dan hadis menganjurkan perlunya silaturrahim. Antara lain, kata Rasulullah, silaturrahim memperpanjang umur dan hadis lainnya dikatakan silaturrahim memperbanyak rezeki.

Halal bi halal sesungguhnya momentum untuk mempererat hubungan kita antara satu sama lain, terutama dalam era modern Indonesia yang banyak disibukkan dengan pemilukada.

Keretakan psikologis sebagai dampak pemilukada dapat segera diperbaiki melalui silaturrahim atau halal bi halal.

Kita harus berani meminta maaf dan memaafkan orang lain yang pernah bermasalah dengan kita.

Semakin berat silaturrahim itu dilakukan semakin besar pula pahala yang diperoleh.

Kita sering kali mendengarkan ucapan: “Saya sudah memaafkan tetapi saya belum bisa melupakan”.

Konsep silaturrahim di dalam Islam tidak seperti itu, tetapi bagaimana menghapus secara total memori negatif orang lain di dalam diri kita.

Jika kita bisa melakukan seperti ini, maka kita sebagai warga bangsa tentu akan berpengaruh lebih luas di dalam konsep perawatan keutuhan bangsa yang sangat penting itu.

Jika pribadi dan anggota keluarga sebagai cikal bakal dan unsur masyarakat bisa akur, maka masyarakat bangsa Indonesia juga akan terlihat utuh dan takkan pernah tergoyahkan sedikit pun oleh kekuatan dari manapun.

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved