Mutiara Ramadhan
Hakekat Silaturahim
Menjalin silaturrahim bukan hanya dengan sesama manusia, atau sesama orang hidup, tetapi juga dilakukan dengan sesama makhluk.
Oleh, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar
Puasa diharapkan juga untuk menggapai kekuatan silaturrahim.
Kata Nabi, silaturrahim memperpanjang umur. Pernyataannya yang lain, silaturrahim memperbanyak rezeki.
Dari kedua hadis ini tersirat sesuatu yang luar biasa, seolah-olah Allah SWT membukakan rahasianya kepada kita.
Bukankah umur dan rezeki menurut ayat dan hadis merupakan rahasia dan ditentukan langsung oleh Allah SWT.
Baca juga: Menanam Futuwwah di Bulan Ramadhan
Ada orang kaya yang sakit berikhtiar sampai keliling dunia mencari dokter superspesialis, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Sementara ada orang miskin menderita kanker ganas bertahun-tahun masih tetap menjalankan aktivitas rutinnya.
Ada orang mandi keringat setiap hari mencari rezeki, tetapi pendapatannya pas-pasan.
Sementara ada orang sekali menggores tandatangan datang rezeki bermiliar-miliar. Inilah tantangan kita di masa depan yang harus dituntaskan.
Kata silaturahim tersusun dari dua kata, yaitu shilah berarti menghubungkan, to connect, dan rahim artinya kasih sayang, unconditional love.
Menjalin kasih sayang satu sama lain itulah hakekat silaturrahim.
Menjalin silaturrahim bukan hanya dengan sesama manusia, atau sesama orang hidup, tetapi silaturrahim juga dilakukan dengan sesama makhluk (ukhuwwah makhluqiyyah), baik manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan atau benda mati (tapi ingat: Tidak ada benda mati dalam kamus Tuhan, “semuanya bertasbih”).
Silaturrahim juga bukan hanya sesama orang hidup, tetapi juga dengan keluarga dan handaitolan yang sudah mendahului kita.
Nabi banyak mencontohkan silaturrahim dengan makhluk non-manusia.
Nabi Sulaiman bersahabat dengan binatang, burung, dan ikan liar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250228-Nasaruddin-Umar-Menteri-Agama-RI.jpg)