Resonansi

Harapan

Satu gol dari kaki Zidane Iqbal mengakhiri harapan ratusan juta fan sepak bola Indonesia

|
Penulis: Ade Mayasanto | Editor: Fitriadi
Dok. Ade Mayasanto
Ade Mayasanto, Editor in Chief Bangka Pos/Pos Belitung. 

Sekedar tahu saja, dalam banyak legenda, Sisifus ini dianggap sebagai raja Korinthos yang terkenal cerdik, licik dan mahir menipu para dewa. Ia bukanlah tokoh heroik seperti Herakles aau Achilles. Ia justru sosok yang mengandalkan kepintarannya dalam meladeni kuasa dewa.

Diceritakan, Sisifus pernah mengungkap rahasia Zeus kepada manusia. Hal ini membuat Zeus marah besar karena rahasianya terbongkar.

Ada pula cerita tentang Sisifus yang mampu mengakali Thanatos. Akibatnya, dunia kacau karena tidak ada manusia yang bisa mati.

Atas ulah tersebut, Sisifus mendapat hukuman kekal dari para dewa di dunia bawah (Tartaros). Ia lalu dipaksa mendorong sebuah batu besar ke puncak gunung.

Namun, setiap kali menggapai puncak, batu itu menggelinding turun kembali ke bawah. Sisifus tak patah arang, ia mendorong lagi dan lagi, untuk selama-lamanya tanpa akhir, dan tanpa keberhasilan.

Camus berbeda cerita di sini. Ia tidak merekomendasikan pengakhiran hidup dramatis Sisifus.

Sebaliknya, Camus menawarkan pemberontakan gegara menghendaki Sisifus bahagia. Makanya, dalam versi Camus, Sisifus justru menyadari absuditas hidupnya, tapi tetap mendorong batu itu ke atas puncak. Ia menolak menyerah. Dan dalam kesadarannya itulah Sisifus menjadi manusia bebas.

Dalam konteks sepakbola tadi malam, dan bila dianalogikan seperti Sisifus yang mendorong batu ke puncak, mungkin letak kebahagiaannya bukan pada akhir yang gemilang. Yakni, melihat timnas Indonesia berada di Piala Dunia.

Justru kebahagiaan itu datang saat ada kesadaran dan ketekunan untuk terus mendorong sepakbola atau Timnas Indonesia menuju puncak, meski harus tergelincir berkali-kali.

 

Ringkasan Berita:
  • Harapan Timnas Indonesia Pupus di Jeddah: Gol tunggal Zidane Iqbal mengakhiri mimpi Indonesia lolos ke Piala Dunia
  • Perspektif Filsafat: Pandangan Hesiodos dan Nietzsche menunjukkan dua sisi harapan, yakni antara sumber kekuatan dan jebakan penderitaan. 
  • Pelajaran dari Sisifus: Seperti Sisifus dalam mitos Camus, kebahagiaan sejati ada dalam perjuangan tanpa henti. Dan Timnas Indonesia harus terus mendorong batu menuju puncak, meski sering tergelincir.

 

  

  

 

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved