Video
Video: China Tutup Langit 40 Hari, Area yang Dibatasi Jauh Lebih Luas
Pemerintah China secara mengejutkan menetapkan zona larangan terbang di wilayah udara lepas
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Rusaidah
Zona tersebut juga dinilai sebagai sinyal tekanan terhadap Jepang, sekaligus upaya mengurangi pengaruh militer Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik.
Situasi regional sendiri memang sedang memanas. Jepang diketahui mulai mengerahkan rudal jarak jauh yang mampu menjangkau wilayah China. Sementara itu, delegasi Kongres AS baru saja mengunjungi Taiwan untuk mendorong peningkatan anggaran pertahanan, termasuk pembelian senjata dari Washington.
Peneliti dari organisasi PLATracker, Ben Lewis, mencatat bahwa China telah menerbitkan NOTAM serupa setidaknya empat kali dalam 18 bulan terakhir. Namun, biasanya pembatasan hanya berlangsung sekitar tiga hari.
Menurutnya, durasi yang jauh lebih panjang kali ini kemungkinan memberi fleksibilitas bagi militer China dalam menjadwalkan latihan musim semi.
Meski begitu, Lewis menilai kecil kemungkinan terjadi eskalasi besar dalam waktu dekat. Ia menyoroti adanya agenda diplomatik penting, termasuk rencana kunjungan politisi oposisi Taiwan Cheng Li-wun ke Beijing, serta pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump pada pertengahan Mei.
Pernyataan Kontroversial Trump soal Iran
Di sisi lain, ketegangan global turut dipicu pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait Iran.
Dalam komentarnya pada 6 April 2026, Trump menyebut Iran sebagai “binatang” saat menanggapi kritik atas ancamannya menyerang infrastruktur sipil negara tersebut.
Ia juga menegaskan tidak khawatir jika langkah tersebut dianggap sebagai kejahatan perang, dan justru menyebut kepemilikan senjata nuklir oleh Iran sebagai pelanggaran yang lebih besar.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan militer dan diplomatik Washington terhadap Teheran. Trump bahkan mengeluarkan ultimatum agar Iran membuka Selat Hormuz dan menghentikan program nuklirnya, dengan ancaman aksi militer jika tuntutan tidak dipenuhi.
(Bangkapos.com/Tribunnews/Tribun Medan)
| Video : Keamanan Gedung Putih Siaga Tinggi Pasca-insiden Penembakan Kantor Donald Trump |
|
|---|
| IRGC Rilis Peta Baru Kendali Selat Hormuz, Iran Peringatkan AS |
|
|---|
| Video: Blokade Bobol, Kapal Fregat AS Remuk Dihantam Rudal Iran, Trump Kehabisan Tomahawk |
|
|---|
| Video: Nekat Lewati Hormuz, Rudal Teheran Tembak Kapal AS, Pasukan Terpaksa Mundur dan Balik Arah |
|
|---|
| Video : Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Bantah Kabar Sakit Keras, Akui Sempat Dirawat di RS |
|
|---|