Mahasiswa Tersesat dan Muncul Naga, Ini Pantangan dan Mitos yang Mewarnai Indahnya Bukit Maras

Cerita tentang naga, bulu perindu dan atok putih menghiasi keunikan dan keindahan Bukit Maras.

Mahasiswa Tersesat dan Muncul Naga, Ini Pantangan dan Mitos yang Mewarnai Indahnya Bukit Maras
ist
Ekspedisi Merah Putih Sahabat Alam ke Bukit Maras yang dilakukan BFS bersama BKSDA Sumsel selama dua hari, Sabtu (5/8/2017) hingga Minggu (6/8/2017). 

Larangan itu untuk  menjaga local wisdom (kelestarian lokal) di hutan tersebut.

3. Anak-muda yang naik, kuatkan niat untuk melihat alam, bukan menyalahgunakan kegiatannya untuk hal-hal negatif dan berbuat senonoh, mesum.

4. Tidak boleh membakar segala hewan berdarah, seperti ayam, di kawasan terlarang Maras.

5. Boleh membawa lauk ayam, tapi dengan syarat tulang-tulangnya dikumpulkan dan di bawa keluar daerah larangan.

6. Syarat utama kalau mau masuk, harus memakai isi resam baik dipakai untuk gelang atau kalung.

Kisah Naga

Bukit Maras sebagai puncak tertinggi di Pulau Bangka terkenal kental dengan hal-hal berbau mistis.

Bahkan kebakaran yang melanda kawasan tersebut yang terjadi pada OKtober tahun 2015 diselimuti kisah mistis.

"Ada warga yang melihat tiga naga keluar dari Maras sebelum kebakaran," kata Kadus Buhir Desa Berbura Karnadi.

"Di tempat kita ada juga warga yang mimpi melihat Maras terbelah dua dan mengeluarkan api," ungkap Karnadi.

Menurutnya, saat kebakaran melanda kawasan lereng bukit Maras hingga dekat permukiman warga Dusun Buhir, warga melihat sosok ular naga yang seakan-akan mengejar manusia.

"Naga itu seolah-olah mengejar manusia. Warga melihatnya jelas lengkap dengan mata dan kumisnya," ucapnya.

Bukit Maras di Desa Berbura Kecamatan Riausilip. Foto dari Dusun Bernai Desa Berbura, Selasa (22/8/2017).
Bukit Maras di Desa Berbura Kecamatan Riausilip. Foto dari Dusun Bernai Desa Berbura, Selasa (22/8/2017). (bangkapos/riyadi)

Atok Putih

Warga setempat menyebutnya bukit Pasir Putih lantaran sering melihat ada benda putih di bukit tersebut.

"Sering ada penampakan benda putih atau orang nyebutnya atok putih," ungkap salah seorang warga Buhir saat memantau kebakaran yang melanda Bukit Pasir Putih di tahun lalu.

Di Bukit Maras sendiri disebut-sebut ada benda ajaib bernama buluh perindu hingga hewan buas yang disebut cindai dan beragam mitos lainnya.

Baca: Wajah Seperti Ini Kesukaan Pria hingga 5 Bentuk Wajah yang Tak Kepikiran Pernah Ada di Bumi

Tips ke Bukit Maras

Jika Anda ingin mendaki ke puncak Bukit Maras di Desa Berberura Kecamatan Riausilip, gunakanlah jalur atau rute dari Dusun Buhir desa setempat.

Jalur Buhir-Puncak, dimulai dari depan lapangan bola Buhir, ke arah jalur pipa Pam, belok kanan untuk menuju puncak.

Ketika tiba di pos satu, pendaki bisa istirahat di bukit Semut atau Bukit Meruyan.

Jika pendakian dilanjutkan, akan melintasi Pos dua Tembikar, setelah itu baru puncak.

Jalur Buhir jalur paling aman, ikuti rute yang jalannya sudah licin, karena sudah lama dirintis dan jalur Buhir paling sering digunakan sebagai jalur pendakian.

Lama pendakian sampai ke puncak, sekitar 3-4 jam.

Kalau lewat jalur pendakian dari Rambang, itu tidak bisa dilakukan, karena jalur tersebut sudah ditutup.

Penulis: Alza Munzi
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved