Breaking News:

Kecalok Makanan Khas Bangka dari Fermentasi Udang Rebon yang Enak Tapi Sempat Bikin Warga Keracunan

Kecalok atau calok adalah hidangan pendamping khas Bangka yang dibuat dari fermentasi udang serum atau udang rebon (sungkur)

Penulis: Edy Yusmanto (CC) | Editor: Edi Yusmanto
publicinsta
Ilustrasi kecalok, makanan khas Bangka 

Hal serupa juga disampaikan Tomi.

Warga Kelurahan Tuatunu Pangkalpinang ini pun tak mengetahui soal kecalok.

"Dak sanggup kayak e. mimang lum pernah nyube (tak sanggup kayak e (makan), memang belum pernah mencoba)," kata Tomi.

Berbeda lagi apa yang disampaikan Fitriadi.

Pria berkacamata yang tinggal di Airitam Pangkalpinang ini mengaku sudah sering mengonsumsi kecalok.

Menurut dia, kecalok jauh lebih enak dibandingkan rusip.

Dia mengakui kecalok ini makanan Bangka yang ada musiman karena bergantung dari udang sebagai bahan utama pembuatan.

"Nyamen, pake cabe, jeruk (kunci)," kata Fitriadi.

Disinggung soal kejadian yang terjadi baru-baru ini, Fitriadi menyebutkan kemungkinan besar ada jenis bahan kecalok lain yang tercampur.

"Mungkin ada anak ikan buntal tercampur di kecalok itu, memang mabuk," sebut Fitriadi.

Enam Pegawai Keracunan

Empat orang staf Kecamatan Girimaya, Pangkalpinang dan dua pegawai Kelurahan Bukit Besar mengalami keracunan diduga usai menyantap kecalok, Senin (12/08) pukul 11.00 WIB.

Akibatnya, keenam korban tersebut mengalami pusing dan muntah-muntah sehingga harus menjalani perawatan medis.

Pihak Polsek Bukitintan yang mengetahui ada warga yang keracunan, Selasa (113/8) menugaskan anggotanya untuk menjenguk seorang korban yang dirawat di Klinik Mitra Sehat, Kampung Dul.

Korban yang dijenguk petugas bernama Oki Lesmana (27), warga Jalan Raya Dul Kecamatan Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah.

Oki sehari-hari berdinas sebagai staf honorer di Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Girimaya, Pangkalpinang. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium darah Oki, menunjukkan keracunan makanan.

Oki yang masih terbaring lemas di ranjang ruang rawat inap Klinik Mitra Sehat kepada petugas menceritakan, kejadiaan tersebut terjadi pada Senin (12/8) pukul 11.00.

Saat itu Oki bersama empat staf Kecamatan Girimaya, berkunjung ke rumah Ahmad, Kasi Pemerintahan Kelurahan Bukit Besar di Jalan Girimaya, Kecamatan Bukitintan.

Di rumah Ahmad mereka dijamu makan siang dengan berbagai macam lauk pauk. Salah satunya dihidangkan makanan khas Bangka yaitu Kecalok.

Awalnya setelah menyantap kecalok di rumah Ahmad, Oki tidak merasakan apa-apa dan dia pun langsung pulang ke rumahnya.

Namun selang dua jam, Oki merasakan pusing dan mual, lalu disusul dengan muntah-muntah. Oki pun dilarikan keluarganya ke Klinik Mitra Sehat di Kampung Dul, Pangkalanbaru.

"Kemarin (Senin,12/8) dibawa ke sini sekitar pukul 15.00 WIB. Muntah-muntah terus," kata Oki ketika ditemui di Klinik Mitra Sehat, Selasa (13/8/2019).

Dari keterangan Oki, selain dirinya ada lima rekannya yang juga keracunan, yaitu pemilik rumah Ahmad, Sekcam Girimaya Lutfi Darmawan, Kasi Pembangunan Kecamatan Girimaya Suhendar serta Maulina dan Asih Staf Kecamatan Girimaya.

Menurutnya ada juga warga lain yang ikut menyantap makanan yang dihidangkan. Namun ia tidak mengetahui bagaimana kondisi yang lainnya.

"Mungkin tergantung banyak tidaknya mengambil menu makanan itu," kata Oki.

Sementara itu Fitri, perawat di Klinik Mitra Sehat, mengatakan Oki mengalami infeksi saluran pencernaan.

"Kadar leukosit atau darah putihnya meningkat hingga 19,2. Angka normalnya antara 4,1-10,5 sehingga membuat pencernaannya terganggu," kata Fitri.

Menurut Fitri ada delapan pasien yang keracunan. Satu dirawat di Klinik Mitra Sehat dan tujuh pasien di RSUD Depati Hamzah.

Namun saat dikonfirmasi ke Humas RSUD Depati Hamzah, Septia, mengatakan belum ada terdapat kasus tersebut.

"Belum ada terdaftar di UGD," kata Septia saat dikonfirmasi.

Terpisah, belajar dari kasus keracunan ini, Kapolsek Bukitintan AKP Adi Putra mengimbau warga untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi untuk menghindari keracunan.

"Hati-hati dalam mengonsumsi makanan minuman. Apa pun harus tahu betul kualitas dan kondisi makanan dan minuman. Bila bentuk warna dan rasa sudah berbeda itu patut dicurigai maknan itu sudah tidak layak dikonsumsi," ujar AKP Adi Putra.

#Gejala Keracunan

Saat dimintai komentarnya, dr Hasri Nopianto, yang bertugas di RSUD Depati Hamzah mengatakan ada beberapa gejala saat terjadi keracunan.

Di antaranya pusing, mual, dan diare yang merupakan gejala jika tubuh terindikasi keracunan makanan.

"Gejala itu merupakan sebuah bentuk respon dari tubuh menandakan ada yang salah dari apa yang kita konsumsi," kata dr Hasri saat ditemui, Selasa (13/8).

Setelah gejala tersebut dirasakan, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memberi minum air putih atau oralit.

"Selain itu, hindari makanan yang berat atau padat seperti nasi. Lebih baik bubur atau makanan yang lebih mudah dicerna," jelas dr Hasri lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro berpredikat cumlaude ini.

Lanjutnya, jika gejala masih berlanjut dan terus menerus segera bawa ke klinik atau rumah sakit terdekat.

dr Hasri juga memberi tips bagaimana cara terhindar dari keracunan makanan. Ia mengatakan lebih baik membawa makanan dari rumah yang sudah dijamin bersih.

"Kalau pun terpaksa makan di luar pilih tempat makan yang tertutup," ujar dr Hasri.

Selain menjaga kebersihan, cuci tangan dengan sabun juga menjadi solusi mencegah terjadi keracunan.

"Usahakan selalu cuci tangan setiap akan makan karena sumber bakteri satu di antaranya bersumber dari tangan kita," tutup dr Hasri. (Bangkapos.com/Edy Yusmanto/Rizky Pahlevi/Bryan)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved