Aulia Kesuma Ungkap Asal Usul Pernikahan sama Pupung, Utang Rp10 Miliar, Hingga Inspirasi Pembunuhan

Pengakuan Aulia Kesuma Ungkap Asal Usul Pernikahan, Utang Rp 10 Miliar, Hingga Inspirasi Pembunuhan

Aulia Kesuma Ungkap Asal Usul Pernikahan sama Pupung, Utang Rp10 Miliar, Hingga Inspirasi Pembunuhan
Fahdi Fahlevi/Tribunnews.com
Aulia Kesuma 

Awal mula pernikahan

Selain mengungkap asal usul utang dan inspirasi membunuh korban, kepada wartawam Aulia Kesuma pun mengungkap asal usul pernikahan dirinya.

Aulia Kesuma mengatakan dirinya bersedia menikahi Pupung Sadili karena merasa iba terhadap M Adi Pradana alias Dana.

Ketika itu menurut Aulia Kesuma, Dana meminta dirinya sambil menangis untuk menikahi ayahnya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili.

"Nggak bisa, tante harus jadi ibu aku," ujar Aulia menirukan permintaan Dana delapan tahun lalu.

Dana merajuk setelah Aulia mengatakan tidak dapat bersanding dengan ayahnya, Pupung Sadili.

Kronologi Perlakuan Keji Mahasiswi Bunuh Anak Pakai Celana Dalam, Simpan Bayi di dalam Ember Toilet

Aulia mengaku tidak tertarik terhadap Pupung Sadili saat itu.

Namu, ketika itu Aulia Kesuma menduga Dana membutuhkan sosok ibu, sehingga memaksa Aulia menjadi ibunya.

Bahkan Dana dapat menangis dipelukan Aulia, meski dirinya belum menjadi ibunya.

Akhirnya, berkat bujukan Dana, Aulia mau menikah dengan Pupung pada 2011.

Namun seiring berjalannya waktu, sikap Dana terhadap Aulia berubah, terutama saat dirinya terjerat narkoba.

"Kalau Dana sebenarnya saya nggak ada masalah sama Dana, saya sayang. Cuma sejak dia terkena kasus narkoba sampai tiga kali, dia memang sudah mulai berubah," ungkap Aulia dengan suara bergetar.

Si Kakak Cari Burung, Gadis Baduy ini Tewas Penuh Luka dan Bercak Sperma, Begini Dugaan Polisi

Dana terjerat narkoba, menurut Aulia, hingga tiga kali.

Biaya pengobatan Dana ditanggung dari usaha restoran yang dirintis dirinya bersama Pupung.

Namun belakangan usaha tersebut bangkrut.

Akibat usaha tersebut, Aulia harus menanggung utang hingga Rp 10 miliar.

Puncak perubahan sikap Dana terjadi saat dirinya mengancam akan membunuh Aulia.

Dana marah setelah Aulia mengandung anak hasil hubungannya dengan Pupung.

Isi Chat Driver Ojol Wanita dengan Kaesang Pangarep Viral, Driver ini Minta Putra Jokowi Sabar Mas

"Dana pernah punya niat membunuh saya karena dia dia nggak suka waktu saya hamil Reina sekitar 7 bulanan pas lagi kontrol. Dana itu bilang hidup gue hancur gara-gara perempuan itu," tutur Aulia.

Sikap Dana yang membuatnya kesal juga saat dirinya menghina anak Aulia, Angel.

Dana menghardik Angel dengan sebutan 'pelacur'.

Akibat perlakuan kasar Dana tersebut, membuat Angel trauma dan tidak mau tinggal satu rumah denganya di Lebak Bulus.

"Sejak saat itu Angel bilang gak mau pulang," imbuh Aulia.

Meski Dana kerap melakukan perbuatan kasar terhadap Aulia, namun Pupung tetap membela anaknya tersebut.

Cerita Dokter yang Menangani Putri Diana di Momen Terakhir Jelang Kematiannya

Aulia mengaku sakit hati atas sikap Pupung tersebut.

"Ya karena memang pak Edi selalu mem-protect kesalahan Dana pokoknya dia selalu anggap benar. Dia gak mau anaknya dianggap salah," ujar Aulia.

Santet hingga pembunuh bayaran

Aulia Kesuma telah merencanakan membunuh Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan M Adi Pradana alias Dana sejak Juli 2019.

Dilansir Kompas.com, AK berniat membunuh Pupung dan Dana karena merasa sakit hati tak diizinkan menjual rumah di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

AK diketahui meminjam uang di dua bank berbeda untuk usaha restoran, masing-masing pinjaman senilai Rp 2,5 miliar dan Rp 7,5 miliar.

Awalnya, AK berencana membunuh Pupung dan Dana dengan cara santet dan ditembak.

AK sempat meminta bantuan pada suami mantan asisten rumah tangganya berinisial RD untuk mencarikan dukun.

Via Vallen Ceritakan Kegalaunnya, Curhat sebut ART-nya Suka Mencuri Uang Hingga Pakaian Dalam

Tersangka Aulia Kesuma alias AK, otak dari pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana (23) tiba di Polda Metro Jaya, Kamis (29/8/2019) pukul 17.31 WIB. (KOMPAS.COM/RINDI NURIS VELAROSDELA)
Tersangka Aulia Kesuma alias AK, otak dari pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana (23) tiba di Polda Metro Jaya, Kamis (29/8/2019) pukul 17.31 WIB. (KOMPAS.COM/RINDI NURIS VELAROSDELA)

"Tersangka AK mencari dukun untuk menyantet korban (Edi dan Dana) biar meninggal."

"Dia mengeluarkan uang Rp 40 juta untuk biaya ke dukun untuk santet suaminya," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, seperti dikutip dari Kompas.com.

Karena upaya santetnya gagal, AK kembali meminta bantuan RD untuk dicarikan senjata api.

Namun, AK hanya mampu membayar Rp 35 juta dari harga senjata api Rp 50 juta.

"Rencana kedua itu pun tidak berhasil karena harga senjata apinya terlalu mahal," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto, seperti dikutip dari Kompas.com.

Terakhir, AK pun meminta pada RD untuk dicarikan pembunuh bayaran.

Pernikahan di OKU Batal, NI Tipu Pujaan Hatinya, Nyamar jadi Pria dan Sewa Ortu Palsu untuk Lamaran

RD menemukan dua pembunuh bayaran, S dan A, yang berdomisili di Lampung dan berprofesi sebagai buruh tani.

Awalnya, AK hanya mengatakan pada S dan A untuk membantunya membersihkan gudang di rumah di Lebak Bulus.

Proses olah tempat kejadian perkara temuan dia jenazah dalam mobil terbakar oleh anggota kepolisian di Cidahu, Sukabumi,Jawa Barat, Minggu (25/8/2019). (KOMPAS.com/BUDIYANTO)
Proses olah tempat kejadian perkara temuan dia jenazah dalam mobil terbakar oleh anggota kepolisian di Cidahu, Sukabumi,Jawa Barat, Minggu (25/8/2019). (KOMPAS.com/BUDIYANTO)

Saat tiba di Jakarta, AK mengatakan yang sebenarnya, meminta S dan A untuk menghabisi nyawa Pupung serta Dana.

"Pertama ditelepon untuk mengerjakan bersih-bersih gudang. Ternyata sampai sini (Jakarta) perencanaan berubah," ucap Suyudi.

"Yang dijanjikan saudara Aulia Rp 200 juta untuk masing-masing, S dan A."

"Aulia baru memberikan Rp 10 juta (kepada A dan S) untuk pulang ke Lampung (setelah Edi dan Dana dibunuh)," lanjut dia.

Hotman Paris Sebut Dirinya Singa yang Berburu, Akui 2 Minggu Ini Tengah Intai Farhat Abbas

Hendak dibakar di rumah

Pembunuh bayaran yang disewa Aulia Kesuma sempat gagalkan upaya pembakaran jasad Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan M Adi Pradana alias Dana.

Merasa tak tega, pembunuh bayaran yang disewa Aulia Kesuma memadamkan obat nyamuk yang digunakan untuk membakar jasad Pupung dan Dana dengan cara diludahi.

Hal itu disampaikan Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto pada Senin (2/9/2019).

Aulia Kesuma atau AK di Mapolres Sukabumi. (Dokumentasi Polres Sukabumi)
Aulia Kesuma atau AK di Mapolres Sukabumi. (Dokumentasi Polres Sukabumi)

Suyudi menjelaskan AK dan tersangka lainnya berencana membakar rumah untuk membuat orang-orang mengira Pupung dan Dana tewas karena kebakaran.

Dikutip Tribunnews dari Kompas.com, merekapun menyiapkan barang untuk membakar kediaman Pupung di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Yakni tiga obat nyamuk spiral dan tiga kain yang telah disiram bensin.

Viral Video Mahasiswa-Model Banjarmasin di WhatsApp Berzina, Pelaku Tak Dijerat Hukum, Ini Jelasnya

AK berharap rumah di Lebak Bulus terbakar selang 12 jam setelah dinyalakan pada Sabtu (24/8/2019) pukul 07.00 WIB.

"Perencanaan berikutnya adalah membakar rumah seolah-olah meninggal karena terbakar."

"Dibuatlah tiga komponen pembakar dengan obat nyamuk spiral dan diletakkan kain yang sudah disiram bensin di samping obat nyamuk," tutur Suyudi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Tiga obat nyamuk tersebut kemudian diletakkan di ruang berbeda, yaitu kamar Pupung di lantai satu, kamar Dana di lantai dua, dan garasi.

Namun, seorang pembunuh bayaran berinisial S merasa tak tega dan memilih memadamkan obat nyamuk tanpa sepengetahuan AK.

"Namun saat obat nyamuk dibakar, S berubah pikiran, timbul ketidaktegaan."

"Obat nyamuk di garasi dan di kamar ED dimatikan dengan cara diludahi," ungkap Suyudi.

Kisah Janda Muda Ngaku Dihamili Bule Beristri, Lahir Anak Kembar, Ingin Buktikan Ini Datangi Hotman

Rumah korban pembununah dan terbakar di dalam mobil yang berlokasi di jalan Lebak Bulus 1, Kavling 129 B blok U 15, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2019). (KOMPAS.COM/WALDA MARISON)
Rumah korban pembununah dan terbakar di dalam mobil yang berlokasi di jalan Lebak Bulus 1, Kavling 129 B blok U 15, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2019). (KOMPAS.COM/WALDA MARISON)

Jenderal Tito Karnavian Ungkap Keterlibatan Pihak Asing dalam Kerusuhan Papua, Ini Jelasnya

Obat nyamuk tersebut hanya membakar kamar Dana di lantai dua.

Peristiwa itu sempat diketahui warga dan api berhasil dipadamkan pada Sabtu malam pukul 19.00 WIB.

Karena rencana gagal, jasad Pupung dan Edi kemudian dibawa ke Sukabumi, Jawa Barat kemudian dibakar di dalam mobil.

(tribunnews.com/ kompas.com/ fahdi fahlevi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengakuan Aulia Kesuma Ungkap Asal Usul Pernikahan, Utang Rp 10 Miliar, Hingga Inspirasi Pembunuhan

Ari Wibowo Tak Suka Gubernur DKI Jakarta Ini, Minta Jokowi Boyong Anies Baswedan Pindah ke Kaltim

Detik-detik Syahrini Diusir Keluar Studio Saat Nonton Aladdin di Singapura Tanpa Ditemani Reino

Massa Pengunjuk Rasa di Jayapura Merasa Ditipu, Kini Tidak Mau Lagi Ikut Aksi Demonstrasi

September 2019, Ini Harga Terbaru HP Xiaomi & Samsung Mulai 800 Ribuan, Redmi Note 7/Galaxy M20

Vanessa Angel Unggah Video Minta Pijat sama Pria Baju Oranye ini: Dikasih Enak, Aku Ditinggal Pergi

Viral Kisah KKN Desa Penari, Om Hao Sebut Kisah Asmara Dua Dimensi, Ternyata Begini Sosok Badarawuhi

 

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved