Berita Pangkalpinang
Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Catat Ada 56 ODHA Selama 2019
Sepanjang tahun 2019, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mencatat ada 56 ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS)
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sepanjang tahun 2019, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mencatat ada 56 ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) di wilayah ibu kota Bangka Belitung ini.
Rata-rata kasus ini didapatkan di lokalisasi-lokasasi dan sejauh ini belum tercatat ada ODHA yang meninggal dunia.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Bastoni menyebut dalam menangani kasus HIV/AIDS diserahkan kepada rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut, baik itu pemberian obat maupun konsultasi mendalam.
Pihaknya hanya melakukan deteksi dini ODHA atau screening terhadap mereka yang beresiko terjangkit.
"Kita melakukan deteksi dini lalu merujuk ke rumah sakit. Di sana lah untuk pemeriksaannya karena memang ada konselor khusus yang menangani ini," kata Bastoni, Senin (2/12/2019).
Termasuk dalam penyediaan dan pemberian obat. Bastoni menyebut, merupakan tugas pihak rumah sakit.
Obat yang diberikan untuk menekan virus HIV ini merupakan obat dari pemerintah pusat yang disalurkan ke pemerintah provinsi dan langsung ke rumah sakit daerah masing-masing.
"Stok alhamdulillah sejauh ini masih aman. Tapi untuk lebih lanjut itu ada di rumah sakit berapa jumlah dan rincinya karena ada tupoksi di mereka," sambungnya.
Dia menyebut untuk deteksi dini tertular HIV/AIDS bisa dilakukan di puskesmas-puskesmas yang tersebar di wilayah Kota Pangkalpinang.
Di puskesmas tersebut terdapat konselor yang menangani. Lanjutnya, apabila pada tes pertama di puskesmas ada indikasi, maka tes kedua dan ketiga dibawa ke rumah sakit.
Kemudian baru akan diketahui hasilnya. Namun jika tes pertama tidak ada indikasi maka untuk tes kedua dan ketiga tidak dilanjutkan, hanya harus tes kembali pada tiga bulan berikutnya.
Penyakit yang berasal dari virus HIV ini bisa disebabkan dari berbagai faktor dan menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang.
Bastoni menuturkan, perilaku yang menyebabkan mudahnya terjangkit seperti ditularkan melalui hubungan seks dengan bergantian pasangan.
Bisa juga dari penggunaan jarum suntik narkoba ataupun ibu hamil yang positif HIV bisa menularkan kepada jabang bayinya.
"Pencegahannya dari perilaku sendiri. Bagi yang belum menikah jangan melakukan hubungan seks untuk mencegah tertularnya. Bagi yang sudah menikah, diharapkan setia pada pasangannya. Yang donor darah juga perlu diantisipasi," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kabid-pencegahan-dan-pengendalian-penyakit-menular-bastoni.jpg)